Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Ini presentasi kelas KBI II (Kemahiran Bahasa Indonesia II) yang isinya sebetulnya PROMOSI! Setiap mahasiswa diminta mempromosikan apa pun...

Reta Presentasi! (di Kelas KBI II)



Ini presentasi kelas KBI II (Kemahiran Bahasa Indonesia II) yang isinya sebetulnya PROMOSI!
Setiap mahasiswa diminta mempromosikan apa pun dan cara menyampaikan promosi tersebutlah yang dinilai oleh dosen. Kelas KBI II ini dibuat untuk melatih mahasiswa Prodi Indonesia dalam melisankan bahasa Indonesia yang komunikatif.
Reta, teman saya seangkatan, mempromosikan minuman kesehatan yang bernama "Marathon Waith Gain" *gak tahu yah tulisannya bener atau gak*
Erlin dan Andong, teman saya juga, diminta untuk maju sebagai artis yang sudah membuktikan kehebatan minuman tersebut.
Ini promosi terlucu yang ada di kelas hari itu! Tentu, teman-teman yang lain juga ada yang melakukan hal-hal konyol yang lain selama presentasi. Intinya, ini kelas favorit saya di semester 2. :)




*in this video: Erlin Dyah Pratiwi, Rhillaeza Mareta, dan Annisa (apa Anissa yaa?? Pokoknya Andong deh.. :D)

Inilah yang terjadi saat dosen terlambat dan akhirnya kuliah kami pun ditiadakan! Vini dan Qitul Beraksi! Inilah aksi mereka.. Ya, ...

Saat Dosen Terlambat Datang (dan akhirnya jadi tidak ada kuliah) :)

Inilah yang terjadi saat dosen terlambat dan akhirnya kuliah kami pun ditiadakan!

Vini dan Qitul Beraksi!


Inilah aksi mereka..






Ya, begitulah.. Ada aja yang bisa dilakukan bareng anak IKSI.. :)))) *big smile*

Inilah kira-kira yang terjadi saat dosen terlambat datang.. Ada yang berdiskusi dan membaca buku... Ada yang melamun dan men...

Saat Dosen Terlambat Datang

Inilah kira-kira yang terjadi saat dosen terlambat datang..









Ada yang berdiskusi dan membaca buku...




Ada yang melamun dan mendelik tajam...




Ada yang mengutak-atik isi handphone-nya...






dan ada juga yang mendengarkan temannya yang sedang bercerita...



Inikah yang kamu juga alami saat dosen terlambat atau tidak datang?? :P



*photos was taken by Atha and Anya*

Yesterday in The Class..


H waaa~  sudah lama aku tidak menulis sesuatu dalam catatanku ini.. mmm.. jadi, sekarang aku akan mulai menulis lagi.. sebenarnya, aku baru...

Nilai

Hwaaa~  sudah lama aku tidak menulis sesuatu dalam catatanku ini..

mmm.. jadi, sekarang aku akan mulai menulis lagi..

sebenarnya, aku baru saja mengakhiri semua kuliahku di semester 3, dan tanggal 10 Januari lalu, aku sudah dapat menerima laporan hasil kuliahku.. nilai-nilai akhir dari mata kuliah yang kuambil sudah ditempilkan semua dalam SIAK NG milikku.. dan, hasilnyaaa~

hasilnya sangat memuaskan!! ><

IP-ku naik drastis.. IPK-ku jugaa~ aku senang sekali~ walaupun begitu, aku masih belum bisa bernapas lega karena nilai mata kuliah KI (Kebudayaan Indonesia) belum muncul. jadi, aku masih harus mengurusinya ke Subag Akademik.. setelah nilai KI-ku muncul, barulah aku benar-benar bisa bernapas lega.. :D

Aku baru bisa mengurusi nilaiku itu minggu depan. Mungkin hari selasa aku akan mengurusnya bersama empat orang teman sekelasku yang juga bernasib sama..

yah, kuharap nilai KI-ku A.. *semua mahasiswa pasti berharap begitu* semoga saja.... : )


Nah, ini aku bagikan sedikit deskripsi nilaiku sampai semester 3.. mungkin ini agak sedikit tidak penting, tapi toh ini catatanku.. hehhee..

 

Statistik Nilai

Nilai Jml
A 4
A- 5
B+ 5
B 2
B- 2
Kosong 1
Total 19
Periode Per Term/Semester Kumulatif
Tahun Term MK SKS A SKS L Mutu IP SKS A SKS L Mutu IPK SKS Dpo
2010/2011 2 Tidak ada kelas atau IRS belum disetujui (status akademis: Aktif)
2010/2011 1 5 15 15 56.10 3.74 54 54 185.90 3.44 54
2009/2010 SP Tidak ada kelas atau IRS belum disetujui (status akademis: Kosong)
2009/2010 2 7 20 20 67.40 3.37 39 39 129.80 3.33 39
2009/2010 1 6 19 19 62.40 3.28 19 19 62.40 3.28 19




A ku kuliah di Program Studi Indonesia atau biasanya lebih sering disebut Jurusan Sastra Indonesia. Apa saja yang aku pelajari dalam kuliah-...

Seputar Program Studi Indonesia

Aku kuliah di Program Studi Indonesia atau biasanya lebih sering disebut Jurusan Sastra Indonesia. Apa saja yang aku pelajari dalam kuliah-kuliah di prodi Indonesia ini? Dalam tulisan ini, akan aku beritahu hal-hal menarik yang kami (mahasiswa prodi Indonesia) pelajari.

Sebelumnya, aku ingin menyampaikan kebosanannku terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
Orang: "Kuliah di mana?"
Aku: "Di UI" sambil tersenyum memaksa. Kadang aku bahkan tidak menatap mata lawan bicaraku jika menyebutkan nama kampusku itu. Aku tidak suka melihat ekspresi mereka yang seakan melihat sesuatu yang hebat.
Orang: "Oh~ Jurusan apa?"
Aku: "Sastra Indonesia"
Orang: "Oh~ bahasa ya~ kenapa gak Sastra Inggris aja?"
bahkan, ada yang mengatakan begini:
Orang 2: "Sastra Indonesia? Gak sekalian aja Sastra Jawa"

Haloooo..!! Emang kenapa ya kalau gw maunya di Sastra Indonesiaaaa??

Nah, itu hanya sebagian kekesalanku dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Aku tidak begitu bangga telah diterima di UI, tapi aku sangat senang karena telah diterima di Sastra Indonesia. Memang, Sastra Indonesia adalah pilihan keduaku, tapi itu bukan jurusan yang kupilih hanya demi alasan yang penting diterima di UI. Sama sekali bukan karena itu. Aku memilihnya karena aku memang ingin mempelajari itu. Aku memilihnya karena aku tertarik akan hal itu.

Mungkin curhatnya sampai di situ saja ya.. hehheee..
Sekarang kembali fokus! Aku akan memberitahukan pada kalian hal menarik yang kami kerjakan di Sastra Indonesia.

Pertama, sudah pasti kami sering bertemu dengan puisi, cerpen, novel, dan hal-hal lainnya yang berbau sastra. Tapi, kami tidak belajar hanya untuk dapat menulis sebuah puisi, cerpen, atau jenis sastra lainnya. Kami belajar untuk dapat mengkaji karya-karya yang sudah ada, mengkritik, dan meninjau karya tersebut dengan teori dari berbagai bidang ilmu. Ini sangat menarik dan secara tidak langsung telah melatih kami untuk bersikap kritis dalam membaca apa pun. Kami diajarkan untuk tidak menjadi pembaca yang membaca suatu karya lalu karya tersebut lewat begitu saja dalam otak. Dalam membaca suatu karya, kami harus memisihkan antara karya dan pengarang dan melakukan analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik. Mungkin ini terlihat sama seperti yang sudah diajarkan di SMA. Aku juga tadinya merasa begitu dan menganggap itu hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, aku salah. Pengajaran di SMA tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik ternyata baru sampai pada kulit terluar saja. Di dalamnya, masih banyak hal-hal yang bisa dieksplorasi dan baru kami ketahui dalam kuliah-kuliah kami.

Kedua, kami juga belajar mengenai sastra klasik. Berbeda dengan sastra di atas, sastra klasik, seperti namanya, adalah sastra yang berkembang pada zaman kerajaan-kerajaan Indonesia. Sebenarnya, sastra klasik ini sama dengan sastra kuno atau sastra melayu kuno atau sastra nusantara kuno. Kami belajar membaca naskah kuno yang berupa hikayat dan syair, mempelajari teori-teorinya, dan belajar bahasa Arab. Kami harus mempelajari bahasa Arab karena sebagian besar naskah kuno ditulis dengan huruf Arab dan bahasa Melayu (Jawi). Tapi, itu menyenangkan karena kepuasan dan kegembiraan yang dirasakan setelah dapat membaca suatu naskah sama rasanya dengan dapat menyelesaikan satu soal Fisika atau Matematika yang rumit. Kalian tahu mengapa membaca naskah dianggap begitu rumit? Ini karena naskah tersebut ditulis dengan huruf Jawi dan merupakan sebuah tulisan tangan. Apalagi, kadang kertasnya juga sudah menguning dan rusak. Banyak kertas yang berlubang sehingga kami sedikit kehilangan konteks. Tulisannya juga memiliki ciri khas karena bukan tulisan tercetak. Jadi, kita juga harus memikirkan ciri khas tulisan seorang penyalin atau penulis naskah saat membacanya sehingga pembacaan yang dilakukan menjadi lebih mudah.



Ketiga, kami tentu saja mempelajari ilmu bahasa (linguistik). Nah, menurutku, linguistiklah yang paling sulit diantara semua bidang studi yang lain. Kami mempelajari cabang-cabang linguistik seperti morfologi, fonologi, semantik, sintaksis, dialektologi, dan lain-lain. Yah, aku merasa ini memang sangat sulit. Oleh karena itu, aku tidak mau membahasnya terlalu banyak. Memikirkannya saja sudah membuatku pusing. hehhheee..

Jadi, anggapan bahwa mempelajari bahasa dan sastra Indonesia adalah pekerjaan yang membuang-buang waktu sebenarnya salah besar. Karena di kampusku banyak mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia, aku jadi tahu betul bahwa orang Indonesia pada umumnya sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Aku merasa yakin akan hal ini setelah mengikuti kuliah Morfologi dengan Dr. Felicia N.U. Aku pun merasa begitu setelah mengajar seorang mahasiswa dari Program BIPA 1 bernama Choi Ji Son. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dosen serta muridku mengenai bahasa Indonesia telah menyadarkanku bahwa mempelajari bahasa Indonesia sangat penting karena bahasa adalah identitas suatu bangsa juga kan. :))

Aku bangga menjadi mahasiswa
Program Studi Indonesia.


kelas drama sudah selesai.. akhirnya, web cam-an menjadi kegiatan menarik di kelas.. :)) web cam-an memang menyenangkan :D

iseng-iseng web cam-an :PP

kelas drama sudah selesai.. akhirnya, web cam-an menjadi kegiatan menarik di kelas.. :))



web cam-an memang menyenangkan :D