Tampilkan postingan dengan label just for fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just for fun. Tampilkan semua postingan

Ada yang tahu siapa dua orang di atas? Atau ada yang belum tahu? Singkat saja, ya. Ya! Dua orang di atas adalah Do As Infinity (DAI)...

Interpretasiku terhadap Lagu 生まれゆくものたちえ oleh Do As Infinity




Ada yang tahu siapa dua orang di atas? Atau ada yang belum tahu?
Singkat saja, ya. Ya! Dua orang di atas adalah Do As Infinity (DAI). Pasti kita sudah sering mendengar nama grup duo yang lagu-lagunya selalu luar biasa dan keren menurut saya. Kebanyakan orang Indonesia pasti mengetahui duo ini dari anime Inuyasha yang tayang di Indosiar sekitar 10 tahun yang lalu (ya, mungkin). DAI mengisi ending song anime tersebut. 深い森、dan 真実の詩 adalah salah dua dari lagu DAI yang menjadi soundtrack anime tersebut. Kalau kalian juga menonton Inuyasha The Movie, kalian juga pasti tahu DAI juga mengisi ending song-nya, salah satunya adalah 楽園. DAI sudah banyak mengeluarkan album dan sudah banyak lagu-lagu mereka yang sangat keren itu beredar. Dari sekian banyak lagu-lagu DAI yang ada, saya cenderung mengagumi satu lagu ini. Saya pertama kali mendengar lagu ini sambil melihat PV-nya di YouTube. Kesan pertama saya ketika melihat PV dan mendengar lagunya adalah: KEREN BANGEEET!

Lagu yang sangat saya kagumi ini adalah 生まれゆくものたちえ (baca: Umareyuku Monotachi e).

Setelah mendengarkan lagu ini berkali-kali, akhirnya saya penasaran dengan makna liriknya. Itu membuat saya memutuskan untuk mencarinya di google. Tahukah kalian, begitu saya melihat makna lagu ini dalam bahasa Inggris, saya meneteskan air mata. Ternyata lagu ini tentang kehidupan yang dimulai dari dilahirkannya seorang anak ke dunia. Untuk seorang anak yang dilahirkan itu, walaupun dia dilahirkan di tengah-tengah kesedihan, yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah lebih dulu hadir di dunia adalah berdoa untuknya.

Bayangkan, DAI membuat lagu seperti ini lho! Bukan lagu-lagu cinta pada umumnya yang hanya menceritakan percintaan laki-laki dan perempuan, patah hati mereka, kesedihan mereka karena kehilangan pasangan, dan lain-lain. Bukan itu. Melainkan cinta yang lebih abstrak. Cinta yang sebenarnya yang memang sulit untuk diungkapkan. Cinta yang lebih universal. DAI menunjukkan bahwa cinta orang tua kepada seorang anak itu sangat tulus, lembut, dan sulit. Lagu ini menunjukkan bahwa ada beban yang berat saat kehidupan baru lahir, yaitu orang yang sudah lebih dahulu hidup itu harus menuntunnya menuju takdir yang masih gelap. Walaupun takdir yang akan binasa itu sebenarnya indah, mereka orang-orang itu hanya bisa mengantarkan mereka menuju langit biru yang luas, yang penuh dengan harapan.

Aaaah! Rasanya ingin menangis lagi!
Ya, itu hanya interpretasi saya terhadap lagu ini. Mungkin ada juga yang mendengarkan lagu ini sekilas dan tidak tertarik untuk mengetahui artinya. Hanya mendengarkan untuk dinikmati saja. Tentu saja, di sini, saya hanya ingin berbagi. Dalam benak saya, terpikirkan sebuah pengandaian: jika saja band Indonesia atau penyanyi Indonesia sekarang bisa menciptakan lagu yang begitu luar biasa seperti lagu ini, pasti musisi Indonesia dapat lebih dihargai dan digemari di banyak negara di dunia. Saya percaya bahwa lagu yang berkualitas tidak dapat lepas dari lirik dan melodi yang membangunnya. Lagu 生まれゆくものたちえ ini adalah contoh yang baik dari lagu dengan melodi dan lirik yang sangat indah. Tentu, melodi dan lirik yang indah itu juga didukung oleh suara vokalisnya yang indah dan sangat cocok dengan melodinya. :)

Sebagai bukti bahwa lagu ini memang memiliki lirik yang indah, saya lampirkan juga lirik lagunya di bawah ini. Apakah kalian sependapat? Atau memiliki pendapat lain? Yah, tidak masalah. Toh ini juga hanya pendapat saya. Selamat malam~ :)))






UMAREYUKU MONOTACHI E (生まれゆくものたちえ)

Nakinagara umarete hito wa minna
Jyuujika o seotteru
Nan no tame ikiteku saigo made
Wakarazu ni motomeru tabi

Sora ni manten no hoshi kagayakeru mirai
Hakanaki yume ima wa imada sono mune ni daki

Kanashimi o kurikaesu
Korekara hajimaru kimi no jinsei
Umareyuku mono-tachi e
Bokura ni dekiru koto wa inoru dake sa

Rinne no ki no shita de hito wa minna
Tensei o shi tsudzukete
Odayakana umi kara tamashii ga
Haiagaru mugen no tabi

Daremo machigaenagara aishiainagara
Ayunde kita nagai rekishi no katasumi de

Kanashimi o kurikaesu
Koko kara hajimaru kimi no jinsei
Umareyuku mono-tachi e
Tobira wa hirakareru to inoru dake sa

Ah  ai de umarete kita inochi
Ah  itsukushimu kokoro no hitomi
Ah  idenshi no naka no kamigami-tachi
Kotae o michibike

Horobiyuku unmei mo
Utsukushiki toki no nagare no naka de
Umareyuku mono-tachi e
Kuon no tsubasa tsukete sora aoge yo

(Umareteyuku...)
(Namida nagasu...)
(Umareteyuku...)

Ah...


translation:

We were all born crying
And all bear a cross
On a journey of searching, not knowing what we're living for,
Right up to the very end.

The sky is full of stars; a shining future
Still holding a faint dream in our hearts...

Amid all those sad times,
Your life is beginning:
To you who are being born,
All we do is pray for something we can do.

Under the tree of transmigration,
We are reborn again and again;
Our souls crawl out of the peaceful sea,
On an endless journey.

In a corner of this long history that so many people have walked,
Making mistakes and loving along the way...

Amid all these sad times,
Your life is beginning:
To you who are being born,
All we do is pray that we can open a door.

Ah, our lives that began with love.
Ah, the adoring eyes of our hearts.
Ah, let the gods of our genes
Guide us to an answer.

Amid this passing time
When even our fate of perishing is beautiful,
To you who are being born,
Take on eternal wings and look up to the sky!

(We are born...)
(We cry...)
(We are born...)

Ah...

Ya! Teriakan itu keluar begitu saja ketika aku melihat kalender di desktop laptopku.. Sekarang sudah 12 Januari 2012! Aku bahkan hampir tida...

Hei! Ini Januari lho!

Ya! Teriakan itu keluar begitu saja ketika aku melihat kalender di desktop laptopku.. Sekarang sudah 12 Januari 2012! Aku bahkan hampir tidak ingat tahun baru kemarin aku rayakan dengan apa. Begitu kucoba mengingatnya, ternyata jelas saja aku lupa, karena tahun baru kemarin aku mengerjakan UAS Sastra Wayang-ku seharian.. Sebelumnya, data UAS itu sempat hilang karena laptopku tiba-tiba mati dan aku juga sempat merasa hampir mati karena tugas yang belum tersimpan itu sudah hampir selesai.. Bahkan saat itu aku sudah menulis daftar pustaka dengan lengkap..
Ketika kuingat-ingat lagi.. aku memang baru bebas tanggal 11 kemarin.. UAS selesai, setelah aku sudah melewati masa-masa 'hidup segan mati tak mau', LPJ juga selesai.. Apa yang menungguku di bulan Januari ini??

tentu saja, LIBURAN!

Pada awalnya, aku sudah membuat rencana untuk backpacking ke Malang bersama 2 orang temanku. Tetapi, apa boleh buat, setelah kupikirkan lagi dengan berbagai macam pertimbangan, rasanya memang lebih baik tidak ke sana sekarang. Alasan utamanya tentu faktor ekonomi.. hahhaaa.. (tertawa ironis)

Nah, satu rencana dibatalkan. Tapi, masih ada rencana lain ternyata. IKSI09 yang telah melewati banyak sekali rintangan dan cobaan semester ini *semester ini lho yang benar2 penuh dengan cobaan* ingin menghabiskan waktu bersama, setidaknya tiga hari, di Puncak. Hanya berkumpul saja dengan teman2 seangkatan yang sudah seperti keluarga (kami memang keluarga) dan menghabiskan waktu bersama di sana. Kedengarannya menyenangkan. Aku tentu tidak akan melewatkan kesempatan yang satu ini. Apalagi, semster ini aku hanya bertemu teman2 di kelas, saat sedang kuliah atau menjadi panitia acara bersama..

Yah.. Semester ini memang berat.. Begitu berat sampai aku lupa bahwa sepupuku berulang tahun Desember lalu.. Terlalu berat sampai aku tidak bisa mengikuti UAS salah satu mata kuliah karena sakit.. Terlalu berat sampai aku tidak bisa melihat adik-adikku tampil di Auditorium Gedung IX saat Petang Kreatif 2011 Desember lalu.. Rasanya memang terlalu berat.. Berulang kali aku mengeluh dan menyesali diriku sendiri yang sering tidak mood mengerjakan kuliah dan mengerjakan tugas karena banyak memikirkan hal lain di luar kuliah.. Tapi, itu tentu tidak menyelesaikan masalah.. Sepertinya, demam yang menyerangku Desember lalu merupakan teguran dari Allah SWT karena aku memang terlalu sibuk di luar rumah sampai aku lupa rasanya tidur di kamarku dan makan bersama di rumahku.. Allah menyuruhku istirahat di rumah, melupakan sejenak semua kegiatan di luar, dengan cara yang tepat. Setelah sembuh, rasanya memang pikiranku jadi jauh lebih jernih.

Sekarang, semester 5 yang mengerikan itu telah berakhir. Aku tidak berharap banyak pada nilaiku karena sudah tentu akan banyak nilai B dan C yang akan muncul.. Tapi, aku masih berharap bisa melihat A- di daftar nilaiku semester ini.. Sekarang, belum ada nilai yang keluar. Aku tidak terlalu antusias menunggu nilai-nilaiku dan aku juga tidak terlalu niat untuk mantengin SIAK siang dan malam manunggu nilai keluar. Tidak peduli nilaiku semester ini akan seperti apa. Yang penting bagiku sekarang adalah semester depan aku harus lebih fokus pada kuliahku. Hilangkan sifat moody yang berlebihan dan merugikan itu. Satu hal yang perlu ditanamkan dari sekarang adalah: NIAT KULIAH! KULIAH ITU HARUS NIAT DARI HATI! Ya, begitulah.. Semester depan, aku harus niat kuliah..

Selain tidak sabar menunggu liburan dengan IKSI09, aku juga sudah tidak sabar menunggu Latihan Alam Pagupon tanggal 3--5 Februari 2012.. Tahun lalu, aku sudah tidak ikut; tahun ini harus ikut! :))

OK! Sampai jumpa di tulisan berikutnya~ :DD




































"Time goes on, dude!" :)



12 Januari 2012
이르나

Akhirnya, Desember datang lagi. Bulan pertama saya membuat blog ini. Sudah hampir satu tahun ternyata, namun sepertinya blog ini tetap seper...

Desember tiba (lagi)

Akhirnya, Desember datang lagi. Bulan pertama saya membuat blog ini. Sudah hampir satu tahun ternyata, namun sepertinya blog ini tetap seperti dulu. Hanya jumlah tulisannya saja yang bertambah. Natal juga hampir tiba lagi. Rasanya ingin sekali mempersembahkan warna merah dan hijau untuk bulan Desember ini. Ada satu gambar yang sangat kusukai dari Kanon Wakeshima dan rasanya gambar itu cocok untuk menggambarkan bulan ini (menurutku lho). Enjoy this Desember, dude! :))




nb: Ini bukan video untuk menyaingi serial Cinta Cenat-cenut . Ini hanya hasil keisengan setelah melihat foto-foto di kelas Pengkajian Puis...

Cinta Lollipop


nb: Ini bukan video untuk menyaingi serial Cinta Cenat-cenut.
Ini hanya hasil keisengan setelah melihat foto-foto di kelas Pengkajian Puisi Indonesia yang kami ambil secara tidak sengaja.
Yaa begitulah..
Terima kasih telah bersedia menyaksikan keisengan kami yang aneh ini.. :P

  Suci dan Depe beraksi di balik akar yang menggantung di tembok.. Jiro juga tak mau kalah..   Aku juga berlagak menjadi guide .. :...

Yang terekam di Kota Tua (lagi) #3




Suci dan Depe beraksi di balik akar yang menggantung di tembok..



Jiro juga tak mau kalah..
 

Aku juga berlagak menjadi guide.. :P



Naik kapal nelayan cukup menegangkan..




Suci dan Depe bergaya lagi..


Pemandangan inilah yang kami lihat dari atas kapal..


Terakhir, kami menunggu kereta untuk pulang di sini..


note: all of this photos was taken by Jiro

*note: all of this photos was taken by Jiro :)

Yang terekam di Kota Tua (lagi) #2













*note: all of this photos was taken by Jiro :)

Ada kebudayaan Betawi di sana.. Ada kesenangan dari menaiki sepeda di sana.. Belanja makanan dan minuman juga tak terlewatkan.. B...

Yang terekam di Kota Tua (lagi) #1


Ada kebudayaan Betawi di sana..





Ada kesenangan dari menaiki sepeda di sana..



Belanja makanan dan minuman juga tak terlewatkan..


Beragam wajah dan ekspresi juga ada di sana..




dan ada kebersamaan..



*In this Photos: Me, Yuni, Suci, Depe, Sojeong, and Jiro
note: all of this photos was taken by Jiro

Waktu itu hari Rabu. Aku lupa tanggal berapa. Aku mendapatkan sms dari temanku bahwa jam 12 siang akan ada Festival Makanan Korea di Lobi Au...

Makanan Gratis Selalu Ada di FIB! :P

Waktu itu hari Rabu. Aku lupa tanggal berapa. Aku mendapatkan sms dari temanku bahwa jam 12 siang akan ada Festival Makanan Korea di Lobi Auditorium Gedung 9. Awalnya, aku tidak terlalu menganggap serius sms itu. Tapi, saat sampai di kampus dan kulihat kampus sepi karena masih libur, aku jadi bersemangat untuk datang ke festival makanan itu. Aplagi, saat itu aku sedang lapar. :PP Jadi, datanglah aku ke festival makanan korea gratis itu! Enaaaaaak serta mengenyangkan! Aku tidak perlu membeli makanan lagi karena aku tidak lapaaar~ Senangnyaaaa~ :DDDD







Di Ratu Boko





Hari Kedua: Tujuan berikutnya adalah... . . . . . . . . . Hari kedua, kami masih tetap berada di Solo. Hari kedua, kami berencana ...

Backpacking to Solo--Jogja #2nd day :)


Hari Kedua: Tujuan berikutnya adalah...


. . . . . . . . .



Hari kedua, kami masih tetap berada di Solo. Hari kedua, kami berencana untuk pergi ke Tawangmangu. Di sana, ada air terjun yang cukup tinggi dan besar. Jadi, kami sudah merencanakan untuk pergi ke Tawangmangu jam 9 pagi. Tapi, karena pada hari pertama di Solo kami jalan-jalan keliling kota sampai jam 9 malam, kami jadi merasa sangat lelah. Karena lelah, kami tidak bisa bangun pagi. Jadi, kami sedikit terlambat dari rencana awal. Akhirnya, kami berangkat ke Tawangmangu sekitar jam 10.
Kami sampai di TawangMangu sekitar jam 1. Lalu, karena kami mendengar bahwa di dalam sana ada banyak monyet berkeliaran, kami memutuskan untuk menyimpan semua makanan dan minuman kami di dalam tas. Hal ini kami lakukan untuk mencegah monyet-monyet itu mengikuti kami karena melihat makanan dan minuman kami. Begitu~ :DD
Harga tiket masuk (HTM) ke Grojogan Sewu adalah Rp6.000,00 untuk turis lokal. Turis asing harus membayar lebih mahal untuk masuk. So, teman kami, adalah orang Korea. Tapi, dia berhasil masuk dengan membayar Rp6.000,00 karena dia tidak bicara sama sekali. Jadi, tidak ketahuan bahwa So adalah orang asing. So jadi hanya membayar harga untuk turis lokal. :PPP
 

# # # # # #




Sebelum mencapai air terjun, kami harus menuruni tangga. Lalu, benar saja, di sepanjang jalan (tangga), ada banyak sekali monyet yang mengikuti kami. Kami hampir tidak bisa meneruskan perjalanan kami karena ada beberapa monyet menghalangi jalan kami. Monyet-monyet itu duduk di tengah jalan (tangga). Takuuut~ Tapi, ternyata, monyet-monyet itu jinak. Mereka tidak akan menyerang pengunjung yang berjalan kaki. Mereka hanya akan menghampiri pengunjung jika mereka melihat pengunjung tersebut membawa makanan atau minuman. Mereka akan mengikuti pengunjung yang membawa makanan itu karena mereka ingin minta. Dasar monyet~ hehheee..


  






* * * * * * * *

Beberapa meter sebelum mencapai air terjun, kami melihat ada permainan out bond! Atha dan Mala langsung bersemangat melihatnya dan mereka langsung membeli tiket untuk out bond. Hanya Atha dan Mala yang membeli tiket out bond dan ber-out bond ria. Aku dan So tetap di tempat kami, hanya melihat. Lalu, aku mendapat tugas untuk memfoto Atha dan Mala saat mereka sedang out bond. Air terjunnya terlihat dari tempat aku mengambil foto mereka. Tapi, foto Mala paling bagus~ Posisi pengambilan gambarnya tepat sehingga fotonya bagus~




 









% % % % % %

AKHIRNYAAAAA..


Kami sampai di air terjun. Saat itu, kami tidak bisa terlalu dekat dengan air terjun karena hujan dan jalanan cukup licin. Di sekitar air terjun ada banyak batu yang pasti juga sangat licin. Jadi, kami tidak bisa terlalu dekat dengan air terjun. Tapi, aku rasa, saat itu kami sudah cukup dengan dengan air terjun karena kami bisa merasakan cipratan airnya dari tempat kami berdiri. Saat itu sangaaaaat dingin. Tawangmangu memang ada di atas gunung sehingga udara di sana memang lebih dingin. Tapi, saat itu juga sedang hujan sehingga udara jadi jauh lebih dingin. Brrrrr...
Tapi, kami tetap berfoto-foto ria~ :DD
Hujan tidak menghalangi kami untuk berfoto di sana karena tempatnya cukup indah. Ada banyak pohon di sana dan air terjun adalah pemandangan utama di sana. Senang sekali kami bisa pergi ke sana. :)) Saat pulang, kami harus menaiki tangga yang tadi. Capek sekali saat menaikinya~ Aku hampir kehabisan napas. Tapi, setelah sampai di atas, kami melihat papan yang bertuliskan "Selamat" karena sudah menaiki dan menuruni 1250 anak tangga! WOW!






 
 

$ $ $ $ $ $ $ $

Karena dingin, kami tidak bisa terlalu lama berada di sana. Setelah puas memfoto, kami pergi mencari tempat untuk makan siang. Setelah makan siang, kami pulang dengan berjalan kaki sampai terminal. Jadi, kami turun gunung lhoo~ :PP
Oh iyaa! Aku dan Mala turun gunung tanpa memakai alas kaki! Jalanan di sana licin sehingga menyulitkan kami yang memakai sepatu dan sandal untuk berjalan cepat. Setelah kami memutuskan untuk tidak memakai alas kaki, kami jadi lebih mudah berjalan dan kami bisa berjalan cepat tanpa takut terpeleset. :DDD
Saat sampai di terminal dan naik bis, kami langsung berdiskusi mengenai tempat tujuan berikutnya. Kami memutuskan untuk pergi ke Solo Square! "Hwaaa.. Jauh-jauh ke Solo tetep aja perginya ke mal~ hahhaaa.." Di Solo Square, aku mengganti celana pendek yang tadi kupakai ke dan di Tawangmangu dengan jins panjang yang sudah kusiapkan di tas. Di mal, aku membeli gelang untuk oleh-oleh dan Atha membeli kaos Solo.
Sebelum makan malam di D'Cost, kami berkeliling untuk melihat-lihat isi Solo Square. Nah, saat itulah kami menemukan tempat membeli kue yang sangaaaat murah (untuk ukuran kue yang dijual dalam mal)! Kami membeli dan mencoba banyak kue di sana dan merasa sangaaaat senang! :PP Kami puas sekali berbelanja kue di sana karena harganya murah dan rasanya enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak sekali! :DD
Setelah itu, barulah kami makan malam di D'Cost dan pulang ke rumah setelah mal hampir tutup. Kami hampir tidak bisa pulang karena bis yang ingin kami naiki tidak lewat. Kami sempat berpikir untuk naik taksi sebelum kami bertemu teman Kak Shary (Kak Shary adalah teman So). Kami mendapatkan tumpangan gratis dari teman Kak Shary. Jadi, kami pulang naik mobil dan Kak Shary pulang naik motor. Ongkos pulang malam itu gratis! hehheee.. Kemudian, sebenarnya sebelum tidur kami ingin main monopoli. Tapi, akhirnya tidak jadi karena kami terlalu capek. Jadi, setelah menonton "Forbidden Kingdom", kami langsung tidur pulas sampai besok pagi. >.<a