Sabtu, 19 Maret 2010, aku pergi ke PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) untuk mengerjakan tugas Penasik (Pengkajian Naskah Klasik...

Sabtu, 19 Maret 2010, aku pergi ke PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) untuk mengerjakan tugas Penasik (Pengkajian Naskah Klasik). Aku di sana sejak pukul 9 pagi sampai pukul 1 siang, dengan kata lain sampai perpustakaan tutup. Setelah makan dan berpisah dengan teman-teman yang lain--mereka juga mengerjakan tugas Penasik--aku dan Chandra berdiskusi sebentar mengenai tugas kelas Puisi berupa makalah dan slide presentasi untuk Senin. Saat itu, aku ingat bahwa di Gramedia Matraman sedang ada diskon. Aku tahu karena, pada malam sebelumnya, aku membaca tweet dari @gramedmatraman bahwa akan ada diskon buku-buku mulai besok. Aku dan Chandra pun memutuskan untuk menuju ke sana dengan berjalan kaki--untuk mengirit ongkos--dari PNRI. TERNYATAAAA..

Setelah sampai di sana, kami menemukan BANYAAAAAK SEKALI buku-buku BAGUS yang dijual dengan harga Rp3.000,00 - RP10.000,00! Kalian bisa pasti bisa membayangkan betapa senang luar biasa kami saat itu. Apalagi, buku-buku "bagus" yang kami temukan itu adalah buku-buku linguistik, sastra melayu tionghoa, dan novel-novel Gus Tf., Seno Gumira, Clara Ng, Eka kurniawan, dan Jacqueline Wilson! Buku sastra melayu tiongoa yang kutemukan adalah Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia jilid 4 dan 8! >O<

 

Beberapa kali aku dan Chandra memekik senang karena begitu gembira. Sampai-sampai, saat kami menemukan buku Pesona Bahasa dengan harga Rp5.000,00, kami berteriak kegirangan dan wanita muda di sebelah kami kaget dan tertawa melihat tingkah kami. Kami memang terlalu senang saat itu. Sekarang pun kurasa kami masih senang--paling tidak, aku masih merasa puas karena sudah memborong begitu banyak buku murah, Chandra mungkin juga merasa begitu--.

Oh iya, sebagai tambahan, aku juga membeli buku Iluminasi dalam Surat-surat Melayu Abad ke-18 dan ke-19 dengan harga Rp10.000,00! SEPULUH RIBU! Padahal, harga aslinya, kira-kira empat bulan yang lalu aku melihatnya di sebuah toko buku di Kalibata Mal, kalau tidak salah ingat adalah Rp89.000,00! Bayangkan betapa beruntungnya aku bisa membelinya dengan harga yang begitu murah setelah menunggu selama empat bulan. Kesabaran memang selalu membuahkan hasil yang memuaskan bagiku. :P










nb: Ini bukan video untuk menyaingi serial Cinta Cenat-cenut . Ini hanya hasil keisengan setelah melihat foto-foto di kelas Pengkajian Puis...


nb: Ini bukan video untuk menyaingi serial Cinta Cenat-cenut.
Ini hanya hasil keisengan setelah melihat foto-foto di kelas Pengkajian Puisi Indonesia yang kami ambil secara tidak sengaja.
Yaa begitulah..
Terima kasih telah bersedia menyaksikan keisengan kami yang aneh ini.. :P

Inilah kira-kira yang terjadi saat dosen terlambat datang.. Ada yang berdiskusi dan membaca buku... Ada yang melamun dan men...

Inilah kira-kira yang terjadi saat dosen terlambat datang..









Ada yang berdiskusi dan membaca buku...




Ada yang melamun dan mendelik tajam...




Ada yang mengutak-atik isi handphone-nya...






dan ada juga yang mendengarkan temannya yang sedang bercerita...



Inikah yang kamu juga alami saat dosen terlambat atau tidak datang?? :P



*photos was taken by Atha and Anya*

Krishna kepada Radha Anonim (India) disadur oleh Sapardi Djoko Damono kekasihku, rembulanku, aku menunggu - merapikan tempat tidur m...

Krishna kepada Radha
Anonim (India)
disadur oleh Sapardi Djoko Damono



kekasihku, rembulanku,
aku menunggu -
merapikan tempat tidur
mengumpulkan daun-bunga padma;
tubuhmu akan terbaring di sana
tersembunyi dari siapa juga

mari
angin beraroma kayu cendana
menyejukkan tempat rahasia kita






  Suci dan Depe beraksi di balik akar yang menggantung di tembok.. Jiro juga tak mau kalah..   Aku juga berlagak menjadi guide .. :...




Suci dan Depe beraksi di balik akar yang menggantung di tembok..



Jiro juga tak mau kalah..
 

Aku juga berlagak menjadi guide.. :P



Naik kapal nelayan cukup menegangkan..




Suci dan Depe bergaya lagi..


Pemandangan inilah yang kami lihat dari atas kapal..


Terakhir, kami menunggu kereta untuk pulang di sini..


note: all of this photos was taken by Jiro

*note: all of this photos was taken by Jiro :)













*note: all of this photos was taken by Jiro :)

Ada kebudayaan Betawi di sana.. Ada kesenangan dari menaiki sepeda di sana.. Belanja makanan dan minuman juga tak terlewatkan.. B...


Ada kebudayaan Betawi di sana..





Ada kesenangan dari menaiki sepeda di sana..



Belanja makanan dan minuman juga tak terlewatkan..


Beragam wajah dan ekspresi juga ada di sana..




dan ada kebersamaan..



*In this Photos: Me, Yuni, Suci, Depe, Sojeong, and Jiro
note: all of this photos was taken by Jiro

  Indonesia Tebar Pesona 2011



Indonesia Tebar Pesona 2011