Lama tak aktif menulis di blog ini, tak terasa sudah lebih dari 2 bulan saya hidup sebagai orang bebas (baca: orang yang tidak bekerja di...




Lama tak aktif menulis di blog ini, tak terasa sudah lebih dari 2 bulan saya hidup sebagai orang bebas (baca: orang yang tidak bekerja di kantor). Setelah memutuskan untuk berhenti kerja sebagai Content Marketing, saya menjalani kehidupan yang penuh kejutan. Satu hari setelah berhenti bekerja, saya pulang ke kampung nun jauh di sana. Ini selalu saya nantikan karena saya ingin melihat pemandangan menakjubkan yang saya rindukan. Biru laut yang sejuk, biru langit yang cerah, cakrawala sejauh mata memandang, langit gelap penuh bintang, ah! Betapa saya merindukan semuanya, sampai wangi laut yang begitu membangkitkan kenangan.

Ya, saya pergi ke Alor dan itu sebenarnya adalah perjalanan yang sama sekali tak terduga. Saya hanya 10 hari berada di sana, namun 10 hari itu membayar semua kepiluan dan kerinduan bertahun-tahun lamanya. Karena saya memiliki banyak sepupu serta paman dan bibi yang sangat baik, maka acara pulang kampung kemarin jadi sangat menyenangkan. Saya pergi ke banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Alor memiliki banyak keistimewaan. Yang paling menonjol tentu adalah pantai dan lautnya. Saya beruntung bisa mengunjungi 4 pantai di antaranya. Saya pergi ke Pantai Sebanjar, Pantai Ilawe, Pantai Maimol, dan Pantai Alukae. Selain itu, saya juga sempat berburu kain tenun khas Alor yang sangat indah. Saya juga sempat merayakan ulang tahun sepupu saya, dan tentu saja merawat nenek yang sedang sakit (ini bukan pencitraan, yaa.. :p).

Sepulangnya dari Alor, saya tidak ingin hanya berada di rumah. Saya pun kembali membawa kaki saya melangkah menuju tempat lain, kali ini di Pulau Jawa. Saya melakukan perjalanan ke Jombang-Malang-Surabaya-Jombang, lalu kembali lagi ke Jakarta. Itu hanya perjalanan a la backpacker biasa karena sebenarnya saya hanya merasa sayang jika hadiah voucher menginap semalam di Hotel Atria Malang yang saya dapat setelah menang kuis dari Traveloka terbuang sia-sia.

Berangkat sendiri dari Jakarta, saya bertemu teman saya di Jombang. Dari Jombang, kami naik bis ke Malang dan menginap semalam. dari Malang, kami ke Surabaya hanya untuk makan di Rumah Makan Bu Rudi dan membeli sambalnya! Dari Surabaya, kami kembali ke Jombang dan saya kembali lagi ke Jakarta seorang diri. Seru dan tentu saja hemat karena saya menginap gratis di Malang dan menginap gratis juag di rumah teman saya di Jombang. Blog teman saya ini bisa dilihat di sini.

Sekembali dari sana, saya masih belum sempat menulis tentang perjalanan kami itu. Tapi, saya akan segera menulisnya di blog travel--rencananya begitu--saya, "Gadis Berpita" Journal. Oh iya, sekalian saja saya promosi. Sekarang, saya punya blog travel sendiri! Semoga segera terwujud menjadi website pribadi.. Hehhhee..

Sampai bertemu di tulisan berikutnya! :))

Aku pernah jatuh cinta Pada laki-laki yang di matanya tersimpan senyuman Yang tak pernah padam Kadang ia tertawa jenaka Kadang bibirnya ...

Aku pernah jatuh cinta
Pada laki-laki yang di matanya tersimpan senyuman
Yang tak pernah padam

Kadang ia tertawa jenaka
Kadang bibirnya tersimpul rapat
Kadang tangannya dibiarkan terbuka
Kadang ia merengkuh enggan

Tapi, di luar itu semua, ia sangat bersahaja

Aku belum pernah jatuh cinta
Pada laki-laki yang menyimpan matahari
Untukku saat mendung datang

Lalu ia datang
Membawa semangkuk kehangatan
Matahari yang ia ciptakan untuk mengusir dukaku

Aku jatuh cinta
Ketika matahari yang ia bawa menjadi abadi
Ketika mendung tak pernah datang lagi
Ketika benih menjadi mimpi
Dan titik menjadi hamparan kosong yang tak terhingga
Menyentuh jejak, menapak kesejukan

Itulah cinta yang hangat
Tidak sederhana, tapi menghangatkan
Bukankah dalam setiap hangat, Ia hadir?

Jakarta, 31 Januari 2016.

- untuk RN, yang inisial namanya ada dalam namaku -