Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan

Saya perempuan berusia 23 tahun. Pagi tadi, saya membaca sebuah tulisan di blog orang lain yang tidak saya kenal tentang betapa menggangguny...

Jangan Pedulikan Ocehan Orang Lain Karena Hidupmu adalah Milikmu

Saya perempuan berusia 23 tahun. Pagi tadi, saya membaca sebuah tulisan di blog orang lain yang tidak saya kenal tentang betapa mengganggunya pertanyaan-pertanyaan mengenai pernikahan dan anak. Di Indonesia, pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan pribadi seseorang rasanya menjadi penting bagi orang-orang di sekitar kita. Urutannya mungkin demikian:

1. Mau ambil jurusan apa setelah lulus nanti?
Kalau dijawab, kedokteran, teknik, atau hukum, pasti ditanggapi: Wah, bagus itu.
Kalau dijawab, Sastra Indonesia, misalnya, pasti ditanya: Kenapa ambil jurusan Sastra Indonesia? Mau jadi guru, ya?

Lalu kamu merasa, "Suka-suka sayalah mau ambil jurusan apa juga. Toh, saya yang menjalani, gak minta uang dari situ juga untuk kuliah pan."

2. Oh, sekarang udah lulus kuliah. Udah kerja belum?
Kalau dijawab sudah, pasti ditanya lagi: Kerja di mana sekarang?
Kalau dijawab di majalah, misalnya, jadi wartawan, pasti ditanya lagi, misalnya begini: kenapa gak lamar jadi PNS aja.  Gajinya besar sekarang, tunjangannya banyak.

Lalu kamu merasa, "Kalau gw maunya jadi wartawan, terus kenapa? Gaji gede tapi kerja gabut gak ada tantangannya, buat apa? Kalau gw mau jadi PNS juga pasti gw udah lamar, gak usah loe bilangin. Tapi, gw maunya jadi wartawan karena gw suka kehidupan yang dinamis, gak monoton dan membosankan kaya hidup loe."

3. 3 tahun kemudian, kamu jadi kepala redaksi yang gajinha lumayan, lalu itu dianggap sebagai kadar kesuksesanmu oleh orang-orang di sekitarmu.

"Udah ada gandengannya belum sekarang?"
Atau
"Kapan nikah, nih?"

4. Kalau kamu sudah menikah, pertanyaannya akan seperti ini:

"Udah isi belum? Kalau kelamaan, nanti jadi susah punya anak, lho."

Lalu kamu akan merasa, "Gw juga maunya cepet kali. Tapi emang yang kaya gitu bisa ditentuin waktunya?"

5. Lalu kamu akhirnya punya anak. Pertanyaan lain muncul.

"Gak mau kasih adik, nih, buat si A?"

Dan kamu akan merasa: mau punya anak berapa pun, gak ada urusannya sama loe. Kalau dikasih lagi, ya Alhamdulillah. Kalau gak, yaa, berarti memang sudah jalannya begitu. Loe gak ada urusan sama takdir Tuhan di sini.

6. Lalu kamu punya anak kembar 4, jadi sekaligus kamu langsung punya anak 5. Kamu gak menyangka, tapi gak bisa berbuat apa-apa juga karena itu pemberian Tuhan.

Lalu muncul pernyataan: "Pakai KB ini, deh, Mba. Biar gak nambah lagi. Nanti kalau kebanyakan anak, susah juga ngurusnya, 'kan."

Lalu kamu merasa, "siapa yang kmrn sibuk nanyain kapan ngasih adik buat si A? Kyny loe, deh. Sekarang loe sok2an ngasih nasihat soal KB. Loe pikir gw gak pake KB? Loe pikir gw ngerencanain punya anak kembar 4? Loe pikir gw gak pusing tetiba punya anak 5?


Ya, apa pun yang kalian lakukan, kapan pun itu, pasti ada orang-orang di sekitarmu yang berkomentar, bertanya ingin tahu seakan-akan itu urusan mereka, seakan saran dari mereka benar-benar kita butuhkan meski kita tidak memintanya. Berada di lingkungan seperti itu, untuk orang nyinyir seperti saya, rasanya memuakkan.

Menjadi seperti orang kebanyakan rasanya bukan saya banget. Sejak kecil, ketika teman-teman sekelas saya ingin menjadi dokter, guru, polisi, tentara, atau pilot, saya dengan percaya diri menulis ingin menjadi penulis atau editor. Entah bagaimana saya benar-benar menjalaninya sekarang. Bukan berarti menjadi dokter atau guru atau pilot atau atau polisi tidak menyenangkan, tapi saya sama sekali tidak tertarik.

Bagi saya, setiap orang memiliki perannya masing-masing. Seperti saat sekarang ini, saat menjadi pengusaha sedang menjadi tren. Menjadi pengusaha itu baik, tapi ada orang-orang yang terlahir bukan untuk menjadi pengusaha. Jika ada yang mengatakan kamu orang yang tidak berani mengambil risiko hanya karena kamu tidak mau memulai bisnismu sendiri, maka biarkanlah karena kami adalah kamu. Kamu tidak harus menjadi seperti orang lain untuk mencapai kebahagiaanmu.

Bagi saya sendiri, ketika saya menjadi editor di sebuah majalah otomotif, saya senang karena akhirnya saya mengerjakan pekerjaan yang saya impikan. Tapi, berada di sistem yang memuakkan membuat saya tidak ingin melanjutkan pekerjaan itu di sana. Lalu, berakhirlah saya sekarang menjadi pekerja lepas yang menulis dan mengedit. Tapi, meski kadang saya kehabisan uang karena saya tidak memiliki pekerjaan tetap, entah mengapa saya tetap merasa bahagia karena saya bebas mengerjakan apa pun yang saya suka.

Bahagia itu bukan soal berapa banyak uang yang kamu hasilkan, atau apakah kamu menikah dengan orang tampan atau kaya, atau kamu memiliki banyak anak. Tapi, bahagia adalah sesuatu yang lebih esensial. Bahagia bagi saya adalah ketika saya bisa melakukan hal-hal yang saya sukai dengan bebas. Mungkin suatu saat saya akan menjadi pekerja kantoran lagi, tapi sekarang saya hanya belum menemukan tempat yang tepat.

Ada orang yang hanya bekerja dengan gaji Rp4.000.000 per bulan dan bersuami dengan orang yang gajinya juga tidak sampai Rp5.000.000, tapi bahagia karena bisa menjalani hidupnya dengan orang yang dicintainya. Ada seorang kakek yang menjadi dalang dengan uang tak seberapa, tapi bahagia karena bisa mengerjakan pekerjaan yang disukainya sambil turut melestarikan kebudayaan daerahnya. Ada seorang bidan yang bekerja membantu orang-orang di pedalaman Flores melahirkan, di atas gunung sekali pun yang tidak ada listrik, karena ia senang membantu orang-orang yang membutuhkannya. Ia bahagia karena merasa dibutuhkan dan bisa membantu menyelamatkan nyawa para calon ibu dan anaknya di sana, di tempat yang jauh dari hirup pikuk kehidupan kota, bahkan jika ia hanya dibayar dengan beras atau tak dibayar sekalipun.

Kebahagiaan dapat berarti apa pun. Kau hanya perlu menemukannya sendiri. Dan jangan pernah membandingkan kebahagiaanmu dengan kebahagiaan milik orang lain karena dengan begitu segala hal yang kau miliki tidak akan pernah cukup. Bersyukurlah, maka kebahagiaan yang sebenarnya akan kau dapatkan. Just live your life all the way you love. Peduli setan dengan komentar orang-orang di sekitarmu dan katakanlah:

You don't even stand on my shoes. So, leave me alone and take care of your own life.

Jadi, ceritanya hari ini terpaksa pulang cepat karena kepala udah pening rasa mau pecah. Sebetulnya, sih, cuma mau cari suasana baru aja. Bo...

Catatan Hari Ini (Kamis, 11 Desember 2014)

Jadi, ceritanya hari ini terpaksa pulang cepat karena kepala udah pening rasa mau pecah. Sebetulnya, sih, cuma mau cari suasana baru aja. Bosen juga kerja cuma di kantor. Akhirnya, karena memang ada yang harus diselesaikan juga di luar pekerjaan kantor, berakhirlah saya pulang jam setengah 6. Karena pulang saat masih ada matahari begitu, jadi saya, sih, sudah menduga bahwa TJ-nya pasti akan penuh. Yang mengantre di halte pun hampir 20 orang! Yah, saya maklum, walaupun agak sebal juga.

Tapi, di jalan lebih parah lagi. Berisik, seakan semua membunyikan klakson kendaraan mereka. Belum lagi memang kelihatannya ada ribuan kendaraan yang keluar pada waktu yang bersamaan. Jadi, macet seperti itu, sih, sudah pasti. Macet sudah jadi makanan sehari-hari. Sekali lagi, saya maklum, walau muak juga melihatnya.

Di TJ, seperti yang sudah diduga, saya berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya. Tapi, karena saya tidak terlalu lama berada di TJ, saya tidak terlalu merasa kesal. Saya sampai di Gramedia dalam 15 menit.

Tapi, apa yang saya hadapi ketika sampai di Gramedia?  Dunkin' Donuts di sana penuh! Padahal saya harus mengerjakan pekerjaan yang saya simpan di laptop, sementara laptop saya harus dihubungkan dengan aliran listrik karena tidak ada baterainya! Saya cari jalan lain. Saya pergi ke lantai 2, ke Killiney Kopitiam. Apa yang saya temukan? Di sana bahkan lebih penuh lagi! Saya mulai sebal. Tapi, ketika saya akan pulang (tadinya saya berniat untuk ke Dunkin' Donuts PGC saja), saya lihat tempat duduk yang tadinya ditempati dua orang pria berkemeja rapi sudah kosong. Sisa makanan mereka masih di sana, berarti mereka belum lama pergi dari situ.

Saya tidak mau menunggu lebih lama lagi untuk duduk di sana. Saya langsung buka laptop saya, menghubungkan charger-nya ke terminal listrik terdekat, dan... siaplah saya!

Sebenarnya, saya sedanf diet. Jadi, saya tidak makan malam. Tapi, tidak mungkin saya diam d sana berlama-lama tanpa membeli makanan di sana. Akhirnya, saya beli paket yang paling murah dan meminta teman saya menyusul saya ke sana sepulang ia kerja. Untuk apa? Untuk menghabiskan makanan dan minuman  yang sudah saya pesan, tentu saja.

Lantas, sinilah saya sekarang. Saya belum memulai pekerjaan saya karena menulis catatan ini dulu. Dari kejadian tadi, saya merasa agaknya saya memang ditakdirkan untuk mendapatkan tempat duduk di Dunkin' Donuts Gramedia Matraman, tapi saya harus berusaha dulu mencari tempat duduk yang memang saya inginkan. Bisa saja tadi saya mendapat tempat di Killiney Kopitiam atau saya pulang dan mendapat tempat di Dunkin' Donuts Cililitan. Tapi, nyatanya, saya kembali lagi ke sana, ke tempat semua yang memang saya inginkan.

Nah, jika kamu memang benar-benar menginginkan suatu pekerjaan, dan kamu benar-benar menginginkannya dari dalam hatimu, maka kamu akan dibawa kembali ke sana, walaupun kamu sempat pergi ke tempat lain. Jadi, tetaplah percaya bahwa kau bisa mewujudkan mimpimu. Mimpi adalah keinginan yang istimewa dan kau pasti akan merasa sangat senang jika kau benar-benar mengalaminya. :))

Jakarta, 11 Desember 2014

Hari ini ketemu Su~ Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi kare...

Catatan Hari Ini (Selasa, 9 Desember 2014)

Hari ini ketemu Su~

Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi karena menjadi imigran ilegal. Nah, jadilah Depe mengajakku bertemu Su sebelum Su kembali ke Korea.

Kami bertemu di Coffee Toffee Plaza Kalibata. Kami memesan segelas cokelat panas dan segelas kopi hitam panas. Karena kami menggunakan voucher "Buy 2 Get 1 Free", kami mendapat 1 gelas cokelat panas gratis. Lumayan~ :p

Sebelum ke Coffee Toffee, Su dan Depe sudah makan. Su memesan cokelat panas hanya untuk menghangatkan perut. Sementara aku memesan kopi hitam karena aku memang menyukainya. :9

Sambil meminum kopi, kami mengobrol banyak hal. Tapi, yang paling menjadi perhatianku adalah cerita tentang rekan kerja Su saat bekerja di pabrik garmen. Su mulai bekerja di sana sekitar bulan Agustus, tapi bulan November dia memutuskan untuk berhenti karena sati dan lain hal. Masalahnya ternyata tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Ada ketidakcocokan dengan rekan sekantor. Lalu, daripada masalah semakin runyam, lebih baik keluar.

Di mana pun, kapan pun, selalu ada saja orang yang karakternya tidak sesuai dengan kita. Tapi, pilihan selalu berada di tangan kita. Apakah kita akan bersabar, atau lebih baik pergi dari sana? Bersabar bukan berarti kita menerima sikap orang yang tidak kita sukai itu. Kita bersabar karena, biar bagaimana pun, kita menyukai pekerjaan itu. Persetan jika ada seseorang yang bukan bos tapi bossy, yang selalu saja ikut campur urusan orang lain, yang selalu ingin orang lain mengikuti kemauannya. Jika itu pekerjaaa yang kau sukai dan kau ingin meniti karir di sana, bersabarlah sebentar sampai kau dapat yang lebih baik.

Berhenti juga bukan berarti kita kalah. Jika kau memang merasa sudah sangat muak, kau memang perlu berhenti sejenak dari kesibukan dan intensitas bertemu dengan orang itu. Resign adalah jalan yang tepat jika kau merasa sangat muak dan sudah tidak bisa lagi menoleransi sikap orang yang menyebalkan itu.

Apa pun pilihanmu, pastikan saja kau tidak akan menyesal nantinya. Buatlah pilihan yang akan membuatmu bahagia.

Salam,

Jakarta, 9 Desember 2014

Tadi saya seharian menjalani wawancara di sebuah perusahaan grup media milik salah seorang Calon Presiden RI mendatang. Saya mengikuti wawa...

Renungan Hari Ini #2

Tadi saya seharian menjalani wawancara di sebuah perusahaan grup media milik salah seorang Calon Presiden RI mendatang. Saya mengikuti wawancara di bagian online media. Ketika selesai, sekira pukul 6 sore, saya langsung menuju Depok bersama seorang teman saya. Tentu saja, kami naik kereta tujuan Bogor yang sudah tentu isinya penuh sesak itu. Nah, setelah sampai Depok, kami pergi ke Margo City untuk membeli hadiah ulang tahun ayah temanku itu. Setelah selesai, sekira jam 9, kami pulang. Sebenarnya, saya sedang tidak enak badan. Jadi, yang ada di kepala saya hanya rumah dan tempat tidur. Saya ingin segera beristirahat di kasur yang nyaman.
Saya menaiki kereta lagi. Kebetulan, saya juga sudah membeli Kartu Commet yang membuat saya tidak perlu mengantri di loket. Saya menunggu kereta selama sekira 15 menit. Saya sudah lelah luar biasa. Kemudian, kereta tujuan Stasiun Manggarai tiba. Penumpang kereta itu sedikit. Banyak tempat yang kosong. Saya bahkan bisa memilih tempat duduk yang nyaman. Saya memilih tempat duduk di ujung sehingga saya bisa bersandar ke samping. Saya langsung memejamkan mata, berusaha untuk beristirahat sebentar.
Tidak lama kemudian, kereta itu sampai di Stasiun UI. Cukup banyak penumpang yang naik. Mereka ramai berbincang-bincang. Karena saya berada di gerbong khusus wanita, orang-orang yang saya singgung di sini adalah wanita.
Mereka berbincang-bincang dan tertawa cukup keras, tapi saya tidak peduli. Saya hanya ingin mencoba beristirahat sebentar.
Kereta mulai kosong di Stasiun Pasar Minggu. Dalam satu deret bangku, hanya ada dua orang yang duduk. Bangku kereta memang cukup panjang untuk ditiduri, tapi saya tidak pernah berpikir untuk tidur di atasnya. Orang-orang ini berbeda dengan saya. Salah seorang dari mereka melakukannya: tidur di bangku kereta.
Dia tidur dengan tas sebagai alasnya dan sebelah kakinya diangkat dan dibiarkan terlentang di atas bangku. Tentu saja dia tidak melepas sepatunya. Sebenarnya, orang ini tidak tidur. Dia memegang Blackberry-nya dan sibuk mengirim pesan sambil tetap berbaring di bangku kereta.
Orang satunya menyusul. Melihat temannya asyik berbaring di sana, ia menghampiri temannya itu kemudian bersandar di bagian pojok kursi dan menaikkan kakinya ke atas bangku. Dia juga tidak melepas sepatunya.
Apa yang salah dari semua ini?
Fasilitas umum sebaiknya digunakan sesuai fungsinya. Telepon umum digunakan untuk menelepon, bukan untuk dijadikan toilet umum kemudian dikencingi. Bangku kereta juga serupa. Bangku, sebagaimana fungsinya, adalah tempat duduk. Mungkin di rumah Anda menggunakan bangku juga sebagai tempat tidur, saya pun begitu. Sebenarnya, bukan masalah besar juga jika Anda tidur di kereta, membaringkan badan dan menaikkan kaki ke atas bangku. Yang jadi masalah adalah ketika Anda melakukan itu dengan tetap memakai sepatu. Mengapa hal ini menjadi masalah? Karena Anda telah mengotori tempat duduk orang lain. Anda mengotori fasilitas umum.
Mungkin memang tidak ada larangan untuk tidur dan menaikkan kaki ke atas bangku. Tapi, toh kelihatannya sebagian besar orang Indonesia punya jiwa pemberontak. Sudah ada larangan untuk duduk di lantai kereta, tetap saja masih ada yang duduk di lantai kereta. Kursi prioritas diduduki oleh mereka yang muda dan segar bugar. Jika nanti ada larangan untuk tidak membaringkan diri di bangku, mungkin itu hanya akan dilihat , lalu dibuang. Tidak disimpan baik-baik dalam otak.
Mulailah bersikap disiplin dari diri sendiri, paling tidak, ketika Anda berada di tempat umum dan memakai fasilitas umum.

Jakarta, 5 September 2013
posted from Bloggeroid

Hari ini, saya pergi ke Senayan. Alat transportasi paling efektif yg bisa saya pakai adalah bus Transjakarta. Saya naik dari PGC. Sebelum n...

Renungan Hari ini #1

Hari ini, saya pergi ke Senayan. Alat transportasi paling efektif yg bisa saya pakai adalah bus Transjakarta. Saya naik dari PGC. Sebelum naik, saya sempatkan diri saya membeli koran Kompas yang harganya hanya Rp2.000,00 karena dijual di halte Transjakarta.
Bus datang setelah saya membeli koran. Calon penumpang bus yang kelihatannya sudah lama menunggu langsung menyerbu masuk. Semua berebut memilih tempat duduk. Saya datang belakangan. Saya lihat tempat duduk yang masih kosong ada di bagian belakang bus. Karena saya berada di bagian depan, saya memutuskan untuk tetap berdiri di tempat saya dan membiarkan kursi kosong itu tetap kosong.
Saya juga melihat bahwa kursi prioritas telah ditempati oleh perempuan-perempuan yang bukan Manula, tidak sedang hamil, dan tidak cacat. Mungkin mereka sedang sakit, saya tidak tahu. Tapi, mereka kelihatan segar bugar. Yang satu sedang asyik dengan komputer tabletnya, yang satu sedang sibuk mengeluarkan headset dari tasnya kemudian segera memasang headset itu ke telinganya dan asyik sendiri, yang lainnya duduk biasa saja. Tidak mengobrol, tidak asyik dengan gadget, hanya duduk.
Bus yang saya tumpangi itu masih cukup lengang, dengan beberapa kursi kosong. Begitu sampai halte BNN, rombongan calon penumpang lainnya menyerbu naik. Kali ini, banyak orang tua. Saya masih tetap di tempat saya, di tempat kosong yang seharusnya menjadi tempat kursi roda, jika ada penumpang yang menggunakan kursi roda. Bus menjadi penuh sekarang. Di samping saya ada seorang perempuan paruh baya yang membawa dua kantong plastik besar, entah apa isinya, dan kelihatannya kesulitan memegangi dan mengatur tempat kantung besarnya itu. Petugas berseragam abu-abu yang ada di dalam bus segera berteriak setelah bus penuh: "Tolong tempat duduknya dikasih buat orang tua. Tolong, Mba."
Adakah yang berdiri? Ya, beberapa. Setelah diberi tahu. Perempuan paruh baya yang berdiri di samping saya masih belum mendapatkan tempat duduknya. Kemudian, saya melihat petugas itu menghampiri perempuan muda yang duduk di seberang saya. Kelihatannya dia meminta perempuan itu untuk memberikan tempat duduknya kepada perempuan paruh baya di samping saya. Masalah selesai. Tapi, bukan ini masalahnya.
Apa yang kurang dari Indonesia, negara yang ramah penduduknya, gemah ripah loh jinawi?
Jawabannya mudah. Kepedulian dan kedisiplinan.
Disiplin pada diri sendiri untuk tidak duduk di kursi prioritas, untuk tidak menyelak antrean, untuk tidak mengendarai mobil di bus way, untuk tidak mengambil tempat pejalan kaki sebagai jalan sepeda motor, untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor berlawanan dengan arah yang seharusnya, dan masih banyak lagi.
Peduli untuk memberikan tempat duduk di kendaraan umum kepada yang kelihatannya lebih lemah, peduli untuk membiarkan pejalan kaki berjalan dengan tenang, peduli untuk menggeser pantatmu ke bagian belakang angkot dari tempat dudukmu ketika ada penumpang lain naik, peduli kepada lingkungan dengan tidak membuang sampah seenakmu, dan masih banyak lagi.
Seharusnya, pelajaran inilah yang diajarkan dari PAUD sampai Sekolah Dasar. Kepedulian dan kedisiplinan.
Semoga kita semua mau merenungkan hal ini. Semoga kita semua menjadi lebih baik: lebih disiplin dan lebih peduli.


Jakarta, 3 September 2013
posted from Bloggeroid

Menjadi mahasiswa semester 5 ternyata tidak terlalu menyenangkan. Akhir-akhir ini, ingin sekali rasanya menjadi mahasiswa baru saja. Tugas-...

My Bad is My Mood

Menjadi mahasiswa semester 5 ternyata tidak terlalu menyenangkan. Akhir-akhir ini, ingin sekali rasanya menjadi mahasiswa baru saja. Tugas-tugas mereka masih sangat mudah dan belum banyak menumpuk segunung. Semester ini sangat membosankan. Tidak ada tugas yang menarik. Mata kuliah yang kuambil juga tidak ada yang istimewa. Semuanya biasa saja. Membosankan. Akibatnya, dalam mengerjakan tugas, aku juga tidak pernah serius. Semua tugas yang ada selalu kutunda sampai menjelang hari dikumpulkan. Akibatnya lagi, semua tugas itu jadi menjijikan bagiku. Isinya sampah. Yang kutulis hanya sampah bualan omong kosongku. Kesal sekali rasanya tidak bisa serius seperti dulu. Mungkin, ini karena biasanya aku menghabiskan waktu setelah kuliah dengan mencari buku-buku referensi di Perpustakaan FIB UI yang sekarang sudah tidak ada dan buku-bukunya dipindahkan ke Perpustakaan Pusat UI. Tapi mungkin itu hanya salah satunya. Sebelum memulai semester ini rasanya aku bahkan telah menjadi terlalu lelah karena urusan menyambut mahasiswa baru, membuat acara inisiasi, dan lain-lain. Aku jarang pulang ke rumah, uangku habis untuk beberapa acara, bahkan aku tidak bisa membeli buku di awal semester ini karena aku hampir kehabisan seluruh uang bulananku. Semester ini gila. Segalanya gila. Hidupku juga jadi terkesan memilukan. Biasanya, ketika aku ada masalah di rumah, aku akan menghabiskan waktu lebih lama di kampus sehingga aku tidak harus terlalu sering bertemu dan mengobrol dengan anggota keluargaku. Tapi, sekarang, bahkan kampus sudah tidak terasa menyenangkan lagi. Pernah dulu aku berpikir untuk tidak lulus 4 tahun karena aku ingin lebih lama di kampus. Aku ingin mengambil beberapa mata kuliah yang belum sempat kuambil di 8 semester sebelumnya, misalnya. Tapi, sekarang, aku tidak lagi merasa seperti itu. Aku merasa bosan dengan kehidupanku sekarang. Pernah suatu hari aku tidak bisa ke kampus karena kehabisan ongkos dan aku tidak enak meminta ongkos kepada orang rumah. Lalu, aku menghabiskan waktu di rumah dengan membaca beberapa kumpulan cerpen. Hari itu mendung pada siangnya dan hujan pada sorenya. Ketika hujan, muncullah ide untuk membuat sebuah cerita dan jadilah 2 cerpen dalam waktu 1 jam. Itu saat yang menyenangkan karena saat itu tidak ada orang di rumah. Aku sendirian di kamarku yang gelap karena lampunya belum dinyalakan sambil menatap laptopku dengan tang terus mengetik dan mengetik sampai jadilah dua cerita pendek yang tidak seperti cerita pendekku yang biasa. Saat ini, di luar sedang gelap dan sudah hujan. Tapi, aku tidak bisa menulis lagi seperti saat itu karena situasi saat ini tidak mendukung. Nenekku sedang menonton sinetron dengan volume yang sangat keras, adikku sedang bermain Play Station, dan lampu di kamarku sudah dinyalakan. Entahlah, aku bahkan saat ini merasa tidak bergairah untuk mengerjakan makalah dan beberapa tugasku yang lain. Tahun depan, mungkin aku sudah mulai memikirkan skripsiku.  Aku khawatir mood-ku semester akan terus berlanjut sampai skripsi nanti. Gila saja, jika itu terjadi, aku takut akan lulus maksimal.




Jakarta, 4 Desember 2011
이르나

Saat masih menjadi mahasiswa baru (maba) rasanya sudah lama berlalu. Ketika aku membuka kembali folder IKSI yang ada di dalam laptop...

Saat Masih Menjadi Maba..









Saat masih menjadi mahasiswa baru (maba) rasanya sudah lama berlalu. Ketika aku membuka kembali folder IKSI yang ada di dalam laptopku, aku melihat foto-foto di atas. Kenangan-kenangan pada masa itu jadi bangkit kembali dalam otakku. Ah, menyenangkan sekali saat itu. Tugas kuliah belum menghantui kami karena kuliah kami masih sangat santai. Yang ada di pikiran kami hanya bersenang-senang menikmati proses perkenalan kami. Keluarga baru yang aku temukan saat itu adalah mereka. Semua yang membuatku betah kuliah di universitas itu adalah keluarga baruku itu. Kalau diingat lagi, rasanya, kami telah melakukan banyak sekali hal-hal menyenangkan bersama, mulai dari berfoto bersama di pinggir danau, menjalani rangkaian acara PSA-MABIM, HHK, berkeliling UI dengan sepeda kuning, sampai makan bersama di kansas setiap kali kami selesai kuliah dan "nongkrong" di sana..
Senang sekali mengingat semua itu.. :)))

Hari ini, aku baru saja menonton Crazy Little Thing Called Love. Ini film yang menarik. Aku benar-benar tidak menyangka film ini mengangkat ...

Hal Sederhana dalam Hidup #1

Hari ini, aku baru saja menonton Crazy Little Thing Called Love. Ini film yang menarik. Aku benar-benar tidak menyangka film ini mengangkat kisah yang sama seperti yang kualami.
“Aku menyukai seseorang, tetapi aku tidak dapat mengatakannya kepada orang tersebut. Pada akhirnya, perasaan itu hanya terus kupendam dan aku hanya bisa berharap orang itu mengetahuinya suatu saat nanti. Entah kapan.”

Apakah ini kisah yang umum? Aku tidak tahu jika memang ternyata banyak orang yang mengalami. Aku juga mengalaminya selama 1 tahun ini. Sekarang, aku sudah bisa menghapusnya dari ingatanku dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyukainya lagi. Tetapi, aku sama sekali tidak membencinya. Aku hanya berusaha untuk melakukan tindakan yang realistis dan masuk akal. Walaupun begitu, saat aku mengingatnya, perutku terasa panas dan rasanya ada lubang di hatiku yang semakin menganga. Aku tidak tahu ini hanya sebuah kebodohan atau hal gila seperti yang disebutkan dalam film itu. tapi, ternyata cinta memang telah membuatku menjadi bodoh tanpa kusadari. Begitu aku sadar, aku sudah berada di tengah-tengah hamparan bunga matahari yang cerah dan terlempar ke jurang paling dalam. Berlebihan, memang. Tetapi, ini yang kurasakan. Ini cinta? Bukan? Kalau bukan, lalu apa? Hal gila yang disebut cinta? Ya, mungkin inilah hal gila yang disebut cinta.









Menyanyikan lagu Genderang UI adalah hal yang pasti dilakukan maba (mahasiswa baru) UI sebagai salah satu rangkaian acara pengenalan maba ...

Kenangan akan Masa Menjadi Mahasiswa Baru



Menyanyikan lagu Genderang UI adalah hal yang pasti dilakukan maba (mahasiswa baru) UI sebagai salah satu rangkaian acara pengenalan maba terhadap kegiatan kampus UI. Kami menyanyi untuk senior yang diwisuda hari itu. Saat itu juga merupakan pertama kalinya kami memakai jaket almamater kami alias Jakun (jaket kuning). Jadi, pasti wajar jika saat itu banyak maba yang berfoto-foto ria sambil mengenakan jakun mereka. Sudah begitu, saat itu, status Facebook maba UI adalah laporan mengenai acara wisuda tersebut. Misalnya, "FK maju, yang cumlaude 110 orang!" Begitulah.. hehhee..
Yah, emmang kami agak norak sih saat itu. Tapi, toh itu cuma terjadi sekali seumur hidup. Jadi, buat apa lagi jaim! Cuma saat itu aku bisa menikmati diriku memakai jakun dan menyanyi dengan bangga. :DD

Ini presentasi kelas KBI II (Kemahiran Bahasa Indonesia II) yang isinya sebetulnya PROMOSI! Setiap mahasiswa diminta mempromosikan apa pun...

Reta Presentasi! (di Kelas KBI II)



Ini presentasi kelas KBI II (Kemahiran Bahasa Indonesia II) yang isinya sebetulnya PROMOSI!
Setiap mahasiswa diminta mempromosikan apa pun dan cara menyampaikan promosi tersebutlah yang dinilai oleh dosen. Kelas KBI II ini dibuat untuk melatih mahasiswa Prodi Indonesia dalam melisankan bahasa Indonesia yang komunikatif.
Reta, teman saya seangkatan, mempromosikan minuman kesehatan yang bernama "Marathon Waith Gain" *gak tahu yah tulisannya bener atau gak*
Erlin dan Andong, teman saya juga, diminta untuk maju sebagai artis yang sudah membuktikan kehebatan minuman tersebut.
Ini promosi terlucu yang ada di kelas hari itu! Tentu, teman-teman yang lain juga ada yang melakukan hal-hal konyol yang lain selama presentasi. Intinya, ini kelas favorit saya di semester 2. :)




*in this video: Erlin Dyah Pratiwi, Rhillaeza Mareta, dan Annisa (apa Anissa yaa?? Pokoknya Andong deh.. :D)

Inilah yang terjadi saat dosen terlambat dan akhirnya kuliah kami pun ditiadakan! Vini dan Qitul Beraksi! Inilah aksi mereka.. Ya, ...

Saat Dosen Terlambat Datang (dan akhirnya jadi tidak ada kuliah) :)

Inilah yang terjadi saat dosen terlambat dan akhirnya kuliah kami pun ditiadakan!

Vini dan Qitul Beraksi!


Inilah aksi mereka..






Ya, begitulah.. Ada aja yang bisa dilakukan bareng anak IKSI.. :)))) *big smile*

Hari ini, saya mendapatkan pengalaman menarik dari sebuah situs yang pasti sudah kita kenal, Facebook . Sebermula, tersebutlah seorang raja ...

Jangan Cuma Berkoar di Facebook Kalau Ingin Membuktikan Kehebatan Kampus dan Diri Sendiri

Hari ini, saya mendapatkan pengalaman menarik dari sebuah situs yang pasti sudah kita kenal, Facebook. Sebermula, tersebutlah seorang raja bernama... (bla bla bla bla bla bla) *pemaparan kisah ala naskah klasik.. :)*
Gak usah pusing-pusing lihat tulisan di atas deh.. (padahal saya nulis begitu karena di otak saya isinya aksara Jawi dan bahasa Melayu semua)
Sekarang langsung aja saya ceritain awal mulanya ya~

Jadi gini lho, teman2.. Kalau gak salah, satu minggu yang lalu, tiga orang teman saya pergi ke Yogyakarta untuk mengikuti Simposium Internasional yang membahas Perkembangan Bahasa Indonesia dan Bahasa-bahasa Serumpun. Lalu, saat mereka berada di sana, salah satu teman saya tidak bisa lepas mengabarkan berbagai peristiwa di sana melalui Twitter-nya. Saya dan Chandra tertawa membaca tweet-nya yang saat itu dominan berisi kebosanannya dalam mengikuti acara tersebut. Mengapa teman saya bosan?
1. Acara tidak jelas. Hal pertama yang paling banyak dilakukan peserta justru adalah "foto-foto"
2. Tiga orang teman saya tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dalam simposium tersebut
3. Makalah Simposium INTERNASIONAL tersebut ternyata adalah makalah PLAGIAT!

Untuk poin ketiga, saya harus memberikan penjelasan lebih lanjut. Sebenarnya, saat itu, teman saya yang bernama Dera tidak lagi bosan, tetapi kesal. Makalah peserta yang memenangi MAKALAH TERBAIK SIMPOSIUM INTERNASIONAL ternyata sama sekali bukan makalah ilmiah! Sumber yang dicantumkan olehnya di daftar pustaka adalah wikipedia! Perlu teman-teman ketahui, Wikipedia adalah salah satu situs di internet yang memuat berbagai macam informasi. Tetapi, informasi tersebut tidaklah valid karena dapat diubah dan ditambahkan oleh semua orang yang menginginkannya. Saya sendiri, sejak diberitahu hal itu oleh semua dosen saya yang mengajar saya di Semester 1, langsung menanamkan hal tersebut dalam diri saya. Sebagai tambahan, di kampus saya, gerakan anti-plagiarisme sangat didukung oleh segenap civitas academica. Oleh karena itu, dalam MPKT, kami diajarkan cara mengutip yang benar sehingga kami semakin jauh dari tindakan plagiat.
Nah, kembali lagi ke topik semula. Makalah pemenang SIMPOSIUM INTERNASIONAL tersebut ternyata mencantumkan wikipedia dalam daftar pustaka (sebenarnya sumber internet) makalahnya! Teman saya, Dera, Fitria, dan Arke, tentu langsung memeriksa kebenaran sumber tersebut di internet. Mereka segera googling. Lalu, kalian tahu? Yang mereka temukan adalah tulisan yang sama persis dengan makalah tersebut!
Dari 25 paragraf, 15 paragraf adalah hasi copy and paste dari situs tersebut dan penulis tidak mencantumkan sumbernya! Menurut saya: "Gila aja! Kaya anak SMA! Gw aja klo nyari dari internet lihat-lihat dulu situsnya~ Ada pan situs yang bisa jadi sumber data yang valid. Tapi juga jangan asal salin dan tempel lah~ Dikutip atuh~ Klo gak tw cara ngutip, sini gw ajarin."
Begitulah. Akan tetapi, hal ini belum selesai sampai di sini. Sebagai tindak lanjut dari titah Dera yang mengatakan bahwa, "tolong lihat grup IMABSII. Mereka udah klarifikasi belom kasus plagiarisme itu. Tolong ya, Na."
Nah, malam harinya, saya langsung beli pulsa modem dan segera melakukan titah Dera tersebut. Setelah saya melihat ke grup IMABSII, ternyata pemenang yang sebelumnya sudah dinyatakan jelas-jelas melakukan tindakan plagiarisme. Ok. Baiklah. Lalu, pemenang pengganti si Plagiator tersebut adalah junior saya, Syadiidah. Saya langsung meledek junior saya lewat Facebook dengan mengatakan, "ciee didah~ makalahnya menang nih ye~ yg ini bukan hasil plagiat pan?? :PP"
Lalu, keesokan paginya, Didah mengirimkan pesan ke telepon genggam saya. Ternyata, dia belum tahu bahwa dia memenangkan makalah terbaik dalam SIMPOSIUM INTERNASIONAL tersebut. Didah justru mengetahuinya dari saya. Tentu Didah kecewa. Saya juga sudah melihat tulisan ungkapan kekecewaannya dalam blog-nya.
Untuk menanggapi kasus tersebut, saya menuliskan saran di wall Grup IMABSII. Sungguh, ini hanya saran dan berbunyi sebagai berikut:

"saya hanya ingin memberikan saran dan saran ini datang dari diri saya sendiri.. jika mengadakan suatu lomba, tolong periksa dengan lebih teliti karya peserta tersebut.. jangan sampai kasus yang sama terulang lagi tahun depan..
saya tidak tahu apakah semua mendapatkan mata kuliah Bahasa Indonesia Akademik atau tidak, tetapi, pada dasarnya, prinsip penulisan ilmiah tetap sama dan sebenarnya mengikat..
ada cara untuk mengutip yang telah disepakati dan ada juga sumber-sumber yang valid yang dapat dijadikan acuan..
sebaiknya, pelajari dulu cara mengutip yang benar sebelum membuat sebuah karya tulis ilmiah..
sebagai tambahan, lain kali, dalam setiap lomba yang diadakan, sebaiknya peserta melampirkan surat keterangan anti plagiarisme..
terima kasih..
" (dalam http://www.facebook.com/home.php?sk=group_149034938477252&id=187107951336617&ref=notif&notif_t=like)

Saya menuliskan hal itu karena saya merasa kasus tersebut adalah kasus yang benar. Bagaiman tidak besar? Saya tekankan sekali lagi, makalah tersebut adalah MAKALAH TERBAIK SIMPOSIUM INTERNASIONAL! Simposium tersebut juga dihadiri oleh orang-orang dari berbagai negara. Mau dipasang di mana wajah kita kalau makalah hasil tindakan plagiat dijadikan makalah yang dibahas dalam simposium tersebut? Padahal, sebagian besar isi makalah tersebut berasal dari Wikipedia (tanpa mencantumkan sumber Wikipedia tersebut dalam kutipannya).
Saya sama sekali tidak merendahkan dan menyalahka siapa pun. Saya juga tidak merasa lebih benar dalam hal ini, apalagi paling benar. Tetapi, memang benar, ada cara-cara untuk mengutip dengan benar dan cara tersebut telah disepakati bersama oleh kalangan akademisi. Saya tidak tahu apakah universitas tempat seseorang belajar dapat memengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Tetapi, jika bukan universitas yang memengaruhi tingkat kecerdasan dan keluasan pengetahuan seseorang, itu berarti semua orang di semua universitas tahu CARA MENGUTIP YANG BENAR.
Saya tidak menyalahkan penulisnya. Saya dan Dera hanya berpikir bahwa mungkin si penulis tidak mengetahui bahwa dirinya telah melakukan tindakan plagiat. Dalam hal ini, saya justru lebih kecewa karena juri tidak menyadari hal tersebut. Siapa yang menjadi DEWAN JURI? Saya tidak tahu karena tidak ada keterbukaan dalam simposium tersebut. Yang mengganggu pikiran saya adalah:
Apakah Dewan Juri sebegitu bodohnya sehingga tidak bisa melihat makalah hasil tindakan plagiat?
Ya. Memang itulah yang saya pikirkan. Sekadar informasi, dosen saya bisa mengetahui sebuah tulisan ilmiah adalah hasil plagiarisme dari lima paragraf awal. Bahkan, ada dosen saya yang lain yang bisa mengetahui karya plagiat dari 2 kalimat pertama. Saya ingin melihat ke masa lalu dulu, ya~ Pernah ada kasus plagiat di terjadi di kelas saya saat pertengahan Semester 2. Satu kelompok yang merupakan pelaku plagiat tidak mau mengaku padahal dosen saya sudah tahu bahwa ada satu kelompok yang melakukan plagiarisme. Sebagaa tambahan lagi, dosen saya ini adalah ahli Lungistik Forensik. Jadi, dia memang bisa mengetahui melalui bahasa siapa yang melakukan tindakan kriminal. Setelah diumumkan di depan kelas bahwa kedua kelompok tersebut (yang menjiplak dan dijiplak) mendapatkan nilai E dalam mata kuliahnya, padahal saat itu masih pertengahan semester, makalah mereka pun dilempar. Kurang jahat apa coba?? Tetapi, dosen tersebut telah memberikan pelajaran yang sangat penting. Sebagai mahasiswa Program Studi Indonesia, jangan pernah melakukan tindakan plagiat. Entah plagiat kepada karya sastra atau karya ilmiah.
Nah! Dosen saya saja bertindak tegas seperti itu. Lalu, mengapa IMABSII tidak bisa?? Atau tidak mau?? Karena tidak ingin hubungan IMABSII dengan universitas dari pemennag yang bersangkutan menjadi rusak?? Teman saya mendengar sendiri jawaban seperti itu dari panitia.
"Tidak bisa diumumkan sekarang. Kalau diumumkan sekarang, bisa merusak hubungan IMABSII dengan U**"
Begitulah kutipan percakapan dirinya (teman saya) dengan panitia.
Akhirnya, teman saya kembali ke Depok dengan perasaan kesal. Saking kesalnya, mereka sampai tidak sanggup lagi menceritakan pengalaman ketika simposium tersebut kepada saya. Setelah saya menenangkan salah satu di antara mereka, barulah dia (Dera) mau menceritakan. Ceritanya persis seperti tulisan saya di atas.
Lalu, saya juga merasa simposium tersebut sangat tidak adil terhadap peserta. Akhirnya, saya menulis seperti yang telah saya kutip di atas dalam wall IMABSII.
Kalian tahu apa yang terjadi??
Ada seseorang yang berkomentar memberi excuse terhadap kesalahan yang terjadi. Jujur, saya orang yang sangat tidak menerima evcuse atau alasan atau pernyataan menyesal dalam hal apa pun. Saya dibesarkan dalam lingkungan kampus yang keras. Saya sama sekali tidak bermaksud meremehkan kampus lain. Akan tetapi, kegiatan perkuliahan di UI memang sama sekali tidak bisa dibilang mudah. Yang paling penting adalah: UI TIDAK MENERIMA EXCUSE
Dosen saya, pada khususnya, selalu menekankan dalam setiap presentasi bahwa jika kamu salah, akuilah kesalahanmu tersebut. Jangan malah ngeles dan memberikan alasan yang macam-macam. Sudah salah ya salah aja. Dengan kalimat tersebut--saya mendengarnya saat semester 1-- saya lansung belajar bahwa di sini (UI) tidak bisa lagi seperti di SMA. Jika salah, guru masih mau menerima hal tersebut sebagai kekhilafan. Di UI, saya (kami pada umumnya) diajari untuk tidak memandang kesalahan sebagai kekhilafan karena kami diajarkan untuk selalu mengakui kesalahan. Jika semua kesalah dianggap sebagai kekhilafan manusia, hukum ada untuk apa?? Untuk memilah mana tindakan yang dilakukan dengan khilaf dan mana yang dilakukan dengan sengaja??
Dunia ini sering tidak adil. Itulah yang saya terima dari dosen Perkembangan Sastra Indonesia saya semester ini. Jika seseorang memang melakukan kesalahn, pasti ada konsekuensi dari kesalahan yang dilakukannya tersebut. Harus ada juga hukuman yang diberikan. Senior kami saja bisa menuntut Pusat Bahasa yang Tesaurus Bahasa Indonesia-nya dianggap dijiplak oleh Pusat Bahasa (keterangan dari pihak dosen). Berarti, kasus ini juga sebenarnya bisa dituntut. Akan tetapi, saya rasa hal itu hanya akan memperpanjang masalah. Oleh karena itu, saya tuliskan saran saya di wall IMABSII supaya para panitia penyelenggara bisa belajar dari hal tersebut. Tetapi, entah mengapa, ada saja orang yang merasa tersinggung oleh tulisan saya dan merasa saya menggurui. Ya, tentu teman-teman dapat menilai sendiri dengan melihat komentar-komentar yang akan saya lampirkan di bawah ini. Sekali lagi, saya tidak menulis saran tersebut karena saya merasa lebih hebat dari yang lain hanya karena saya KULIAH DI UI. Akhirnya, komentar yang sudah agak ke bawah malah justru menyindir kami, mahasiswa UI--khususnya Sastra Indonesia FIB UI--, sebagai orang yang sombong.. Bahkan, di bagian bawah juga justru terkesan menyindir UI sebagai universitas terbaik di Indonesia dengan mengungkit berita dibangunnya Perpustakaan Pusat UI dengan mengatakan,

"oia saya kelupaan, kalau tidak salah anda Mahasisiwi dari UI ya, kalau benar, saya mau mengucapkan selamat atas diresmikannya "Perpustakaan baru UI" semoga itu bisa membantu masyarakat yang tinggal di sekitar UI"

Kalimat semoga bisa membantu masyarakat yang tinggal di sekitar UI tersebut menunjukkan bahwa dia ingin menyindir UI yang membangun perpustakaan terbesar di dunia (apa di ASIA gt?? lupa gw) di kota Depok yang sekelilingnya masih banyak perkampungan kumuh. Ya kalau masalah itu sih saya juga gak bangga-bangga banget kok dengan dibangunnya PERPUS PUSAT UI.. Ketika diresmikan juga saya tidak merasa terlalu gembira ria sampai harus diberikan selamat. Dalam kalimatnya tersebut justru terkesan bahwa kami adalah orang-orang yang senang menghamburkan uang di atas penderitaan orang lain. Yaudah sih. Toh perpustakaan itu juga dibangun dengan sumbangan dari sana-sini dan juga dengan uang kami (mahasiswa UI). Perpustakaan tersebut juga untuk kami dan milik kami. Jadi, kenapa orang itu yang justru repot menyindir?? Yah.. saya tidak tahu karena belum bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan.
Komentar-komentar selanjutnya justru membuat saya semakin geram!

"Trahir dari buat yang merasa pintar dan buat yang hanya mlihat satu sisi ,,
lucu dan ironi,,

Numpang tersenyum dan tertawa
Hahahahahahahaha
:)

Dan sdh cukup saya rasa krn semkin tdk jelas,,"


Helloooooooooo~ Sekarang siapa yang merasa pintar?? Orang itu sendiri berkomentar sebelumnya menanggapi komentar Diego seperti ini.
 
"Mas diego dri UI?
Bagaimana klw mas diego berbagi ilmu dengan Rekan2 jalanan
Lbh bagus dari pada kita semua beradu ilmu dsini
Msh banyak yang butuh ilmu dari kita
Msh banyak anak2 djalanan tanpa pendidikan
Gmna mas diego mau berbagi kepintaran mas diego ga?
Kebetulan saya dan rekan2 saya berbagi ilmu dengan anak jalanan di seputar terminal kamp.rambutan.ps.rebo dan area sekitarnya,,

jangan sungkan2
Asyik kok rekan2 jalanan tuh
Ga' spt orang kira,,
mau gabung???
Mariiiiii"


Nah.. Teman-teman bisa menilai sendiri, bukan? Apa maksud orang tersebut menceritakan kegiatannya mengajar anak-anak jalanan di Facebook saya tidak tahu *tata bahasa saya kacau sekali dalam kalimat ini*. Yang jelas, saya merasa justru dia ingin memamerkan kegiatan sosialnya kepada kami, anak UI. Dalam hati saya bergumam, "Heeeiiiii~ emang situ aja yang bisa ngajar anak gak mampu?? ANAK UI JUGA KALEEE~ CUMA GAK USAH DIGEMBAR-GEMBORKAN AJA~ KAMI GAK MAU NYOMBONG."
Karena saya memang tidak mau sombong dalam grup itu, jadi hal tersebut tidak saya tuliskan. Sya menuliskannya di sini karena ini catatan saya. Ini situs milik saya dan saya berhak mencurahkan isi hati saya dengan bebas dan apa adanya di sini.

Yaaa.. Sepertinya saya sudah mulai mengantuk. Oleh karena itu, saya akhiri dulu catatan saya. Semoga teman-teman tidak merasa tersinggung membacanya. Sebagai tambahan, saya melampirkan komentar-komentar yang lain ddi bawah. Teima kasih.. :)))












LAMPIRAN



  • M Maulana Akbar Sepakat!
    Friday at 10:21pm · ·  1 person
  • Youri Kayama saya tidak sepakat dengan cara anda berpendapat, dan harusnya anda juga belajar cara memberi saran yang benar. maaf saya sedang tidak di posisi siapa-siapa, karena saya selalu ada di pihak saya sendiri, maka apa yang benar apa yang tidak berkenan akan saya sampaikan langsung. maaf ya ....:) mari kita sama-sama belajar.
    Saturday at 12:02am ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah
    tidak masalah jika Anda tidak setuju.. toh saya sendiri juga tidak memihak siapa-siapa.. hanya, sebagai mahasiswa yang seharusnya sudah begitu mengerti dan menguasai teknik penulisan ilmiah yang benar, sebaiknya hal seperti itu diperhatikan baik-baik.. saya tidak mengerti bagian mana yang Anda anggap sebagai cara penyampaian saran yang salah.. jika Anda memang tidak berkenan dengan pendapat saya, tolong sebutkan alasannya karena saya sendiri tidak bisa menerima pendapat yang tidak didasari argumen yang jelas.. saya orang yang terbuka.. saran saya di atas adalah saran yang muncul setelah saya mendengar pengalaman teman saya saat acara yang lalu.. memang, saya tidak datang ke acara tersebut.. tetapi itu bukanlah alasan untuk saya tidak bisa berpendapat di sini.. terima kasih..
    Saturday at 4:43pm ·
  • Youri Kayama
    ya tentu siapapun bisa berpendapat, tidak ada yang salah dan saya pun tidak menyalahkan hanya saja saya tidak sepakat, setahu saya kata tidak sepakat itu belum tentu saya menyalahkan .saya hanya bilang belajarlah cara memberi saran yang benar, hanya itu. berpendapat itu bebas, jadi tidak sepakatnya saya belum tentu orang lain juga tidak sepakat, dan bagi saya sendiri sebagai orang Minang cara itu belum tepat sebab dibalik sebuah kata ataupun cara kita memulai tentu harus kita perhatikan. kami mengenal apa itu kiasan

    "sebaiknya, pelajari dulu cara mengutip yang benar sebelum membuat sebuah karya tulis ilmiah..
    sebagai tambahan, lain kali, dalam setiap lomba yang diadakan"

    saya berpikir pada kalimat di atas seolah-olah hanya anda yang paham persoalan tersebut, dan semua yang ada disini adalah bebek yang mesti di pandu oleh si pengembala, tentu ini hanya pemahaman saya sendiri, dan di tambah kata "lain kali" menurut saya itu adalah sebuah pemikiran yang meletakkan anda dalam posisi serba benar dan menganggap semua kesalahan murni karena memang ketidaktahuan/kelalaian dari salah satu yang dimaksud . benar, saya setuju dengan niat anda untuk menyampaikan maksd tersebut. namun saya hanya menggaris bawahi kalau kesalahan ini hanya sekedar kekeliruan dan ketidaksengajaan, barangkali itu termasuk kedalam sifat manusia yang sebenarnya ( Khilaf ). jadi itulah menurut saya hal yang tidak tepat,dan dicatat ini adalah pendapat saya, jadi tidak mungkinkan anda memaksa untuk merubah pendapat saya tersebut. karena saya pun menghargai pendapat anda meski pun ada kata "tidak sepakat" atau "harus belajar" namun belum tentu itu adalah menyalahkan secara keseluruhan. seperti diakhir pendapat saya sebelumnya, saya mengucapkan maaf jika tidak berkenan, namun itulah saya. salam kenal . saya Yori Kayama .
    Saturday at 5:07pm · ·  3 people
  • Youri Kayama oia saya kelupaan, kalau tidak salah anda Mahasisiwi dari UI ya, kalau benar, saya mau mengucapkan selamat atas diresmikannya "Perpustakaan baru UI" semoga itu bisa membantu masyarakat yang tinggal di sekitar UI
    Saturday at 5:12pm ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah
    ooh.. saya justru orang yang anti menggunakan kiasan untuk hal-hal yang harus disampaikan secara ilmiah.. saya memang orang yang kritis.. kalau menurut Anda kata "lain kali" adalah cara saya memosisikan diri saya di tempat yang benar, saya tidak sependapat.. saya cukup sering mendapatkan informasi lomba yang dikirimkan oleh teman-teman saya.. dan semua lomba tersebut selalu menekankan bahwa "karya yang dikirimkan bukan karya plagiat".. di kampus saya, di setiap ruangan kelas ditempeli tiga poster dengan tulisan anti plagiarisme dan kami, setiap menulis makalah atau esai, selalu dianjurkan untuk melampirkan surat keterangan bebas plagiarisme.. bahkan, beberapa dosen saya mewajibkan mahasiswanya melampirkan surat keterangan tersebut dalam setiap tulisan ilmiah..

    saya bukannya tidak menoleransi kelalaian.. yang sangat saya sayangkan, kelalaian tersebut adalah kelalaian yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Indonesia yang seharusnya adalah ahli bahasa Indonesia.. kalau ahli bahasa Indonesia saja salah dalam menulis, bagaimana orang-orang akan memandang ahli bahasa sebagai orang yang berkompeten? kalau begitu, tidak aneh jika jurusan Sastra Indonesia tidak banyak diminati dan wajar jika pelajar SMA berpikir masuk jurusan Sastra Indonesia tidak berguna karena hasil tulisan ilmiah mahasiswa Sastra Indonesia saja seperti karya tulis anak SMA yang dapat dengan mudah mengopi dari sumber internet tanpa dipertanggungjawabkan dihadapan guru-guru mereka..

    terima kasih..
    Saturday at 5:49pm ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah sebagai tambahan, saya juga memiliki dua orang teman yang berasal dari minang..
    mereka justru kecewa sekali mendengar kabar tersebut.. dan apa yang saya katakan di sini telah saya katakan juga kepada mereka dan mereka tidak menanggapi dengan mengatakan kata-kata saya terlalu frontal.. cara saya memberi saran di sini sama dengan cara saya memberi saran, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat di kelas..
    Saturday at 5:51pm ·
  • Youri Kayama ya, semoga saya tidak khilaf begitu pun anda, sebenarnya sesuatu yang benar itu belum ada. salam :)
    Saturday at 5:53pm · ·  2 people
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah entah bagaimana informasi dibukanya perpustakaan pusat sudah tersebar di mana-mana.. -,-
    Saturday at 5:56pm ·
  • Youri Kayama oia masalah dua temanmu yang dari Minang juga katanya meskipun mereka tidak bilang begitu kepadamu, tapi maaf dan sayang sekali saya buka mereka, betul kan. itulah kembali pada kalimatku tadi " tidak sepakat menurutku belum tentu tidak sepakat menurut yang lain" :)
    Saturday at 5:57pm ·
  • Youri Kayama masalah Perpus saya selalau Update akan perkembangan sesuatu yang baru... kapan-kapan saya akan berkunjung
    Saturday at 5:59pm ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah tentu.. setiap orang selalu berbeda pendapat.. akan tetapi, saya sedikit terganggu dengan tulisan Anda yang membawa nama Minang dan terkesan menggeneralisasi..

    oh tentu.. perpustakaan pusat dibuka untuk umum..
    kalau mau berkunjung dan melihat koleksi naskahdan koleksi Indonesiana, mungkin bisa saya bantu..
    Saturday at 6:19pm ·
  • Youri Kayama
    hahaha, di simak lagi ke atas ya, coba lihat tidak yang menggeneralisasi,aduh.... kan juga saya memulainya begini" dan saya sendiri sebagai orang minang" saya sendiri tidak ada yang lebih, berarti itu juga kalimat yang berasal dari saya pribadi (pendapat saya) saya ngk membawa yang lain disini.. jadi saya juga berpendapat nih " jangan jauh terjebak dengan logika berkata-kata ( saya tidak bermaksdu menggurui ) tapi sesama warga Sastra dan Bahasa Indonesia hendaknya kita saling berbagi, bukankah begitu juga yang anda inginkan ? :)

    nah masalah kedua, ya jelas saya tertarik untuk berkunjung di sana, kabarnya dibangun dengan megah sekali ya, tapi saya harus anda traktir bila berkunjung kesana. titik.
    Saturday at 6:26pm ·
  • Raden Waras Menarik...
    Saturday at 6:29pm ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah saya rasa ini tidak ada hubungannya dengan logika berbahasa.. hanya, jangan membawa-bawa suku saat menguraikan pendapat diri sendiri..
    aih.. ini sudah terlalu jauh dari topik semulal..
    nb: saya tidak mentraktir..
    Saturday at 7:00pm ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah ‎*semula
    Saturday at 7:00pm ·
  • Youri Kayama
    itu bukan perkara sukunya atau ngk, saya hanya bilang saya yang sebagai Minang memandang itu, saya tidak mempermasalahkan suku disini, hanya sudut pandang nah, disinilah sebenarnya kekeliruannya jadi dengan saya sebagai Minang dan anda seba...See More
    Saturday at 7:34pm ·
  • Youri Kayama
    satu hal yang harus perlu kita ketahui, dalam GRUOP IMABSII ini kita berada dalam keberagaman bahasa dan tindak tutur hingga daya sensitifitasnya pun berbeda, itu disebabkan perbedaan budaya. budaya melambangkan identas pribadi dalam berpe...See More
    Saturday at 7:50pm · ·  1 person
  • Shirotal Umairoh Mustaqim siiippp... ra jelas kae seng nyeleksi,..
    Saturday at 7:52pm · ·  1 person
  • Youri Kayama maaf saudaraku , bisa artika ke bahasa Indonesia, sebab saya kurang paham, makasih...salam IMABSII
    Saturday at 7:53pm ·
  • Youri Kayama masalah Traktir , tidak perlu ditanggapi dengan serius masalah seperti itu, sebab hidup ini pun tidak serius.
    Saturday at 7:59pm ·
  • Shirotal Umairoh Mustaqim kalau aku jelaskan ya sama saja....
    Saturday at 8:01pm ·
  • Youri Kayama ya sudah tidak usah dijelaskan karena semua memang tak harus saling mengerti. inikah dia semua yang ingin di lihat.. salam kenal aja amas. :)
    Saturday at 8:04pm ·
  • Eva Azizah Irna dan ka yori, kalian begitu kritis. Tapi boleh saya tahu apa yang mendasari irna menulis kritikan seperti itu?
    Saturday at 8:14pm · ·  1 person
  • Arsul Menco Iluimu Imabsii inilah hebatnya yang berasal dari jurusan bahasa dan sastra indonesia, semuanya di analisisi dari berbagai aspek. salam buat teman2 IMABSII dan saudara mahasiswa jurusan BASTRA.
    Saturday at 9:26pm ·
  • Nano Mg Intinya adalah keterbukaan dan pemahaman dari semuanya
    tidak usah saling mencari-cari kesalahan dari yangn lain tapi perbaiki saja kesalahan diri kita sendiri...
    22 hours ago ·
  • Youri Kayama Nano Mg : ya memang begitu dari awal, saya sudah mengatakan dalam posisi ini tidak ada yang salah dan tidak ada pula yang hatus disalahkan , mungkin kawan bisa membaca komentarku sebelumnya. sebab menurut saya ini hanya kekeliruan. terimakasih
    18 hours ago ·
  • Youri Kayama
    Arsul Menco Iluimu Imabsii : sebenarnya apa-apa yang sedang di kritisi kita harus paham dulu bagaimana sebenarnya dan bagaimana semestinya bertindak. bertindak pun mesti harus dipertimbangkan sebelum tindakan itu menjadi sebuah bukti nyata yang harus kita terima, jadi kritis boleh saja, tidak ada larangan atas sebuah kritikan, sebab pada mulanya ia adalah untuk membangun agar kita semua lebih maju dalam berpikir. salam .

    oia kapan kita bermain BADMINTON lagi, apakah bisa mengalahkanku hahahahaa
    18 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah
    Eva Azizah, sejak awal, gw hanya ingin memberi saran soal kasus yang terjadi saat simposium yang lalu.. gw denger ceritanya dari temen-temen gw yg ikut dan lgsg mikir plus ngerasa:
    "kok ya bisa dalam melihat makalah ilmiah gak diperiksa dulu makalah itu sumbernya dari mana dan hasil pikiran sendiri atau sekadar salin dan tempel.. dosen gw aja bisa lgsg tw tulisan mahasiswanya plagiat dari lima paragraf pertama dan lgsg lah dikasih E.. ini makalah simposium internasional lho~ gila aja~ sekadar menambahkan, junior gw yg akhirnya jadi pemenang pengganti makalah simposium internasional itu pun gatau bahwa dia menang.. dia tw-nya dari gw va~ ya kecewalah dy~ gak ada panitia yang menghubungi pula.. padahal itu note-nya ditulis dari Selasa dan junior gw baru tw Sabtu.. itu pun setelah gw yg sms dy va~
    jujur, 3 orang temen gw berangkat ke simposium dengan uang rektorat.. begitu balik, ditanyailah mereka sama dosen dan teman-teman yang lain soal simposium tersebut.. dan otomatis teman2 kecewa, termasuk gw.. jauh2 k jogja cuy.. gak dapet hasil apa2.. dan yg plg bikin kecewa, sebetulnya, kasus tersebut gak lgsg ditindaklanjuti~ ya temen gw juga ngerasa gak guna dateng k sana.. cuma ngebuang-buang uang rektorat aja.."

    dan satu hal lagi, simposium adalah:
    pertemuan dng beberapa pembicara yg mengemukakan pidato singkat tt topik tertentu atau tt beberapa aspek dr topik yg sama; kumpulan pendapat tt sesuatu, terutama yg dihimpun dan diterbitkan; 3 kumpulan konsep yg diajukan oleh beberapa orang atas permintaan suatu panitia

    saat itu, temen gw bahkan sama sekali gak diberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat.. amp junior gw yg cowok teriak2 tapi gak juga diberikan kesempatan berbicara.."

    gitu va.. mohon maaf klo perkataan gw di atas terlalu frontal dan mungkin menyinggung beberapa pihak.. tapi, itu curahan kekecewaan "kami" anak program studi Indonesia.. gw di sini sekaligus menyampaikan kekecewaan teman-teman yang lain.. terima kasih..
    14 hours ago ·
  • Nano Mg Makanya itulah yang saya katakan
    Butuh KETERBUKAAN,,
    13 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah keterbukaan yang seharusnya dilakukan saat simposium masih berlangsung.. sayang sekali..
    13 hours ago ·
  • Youri Kayama Keterbukaan itu sangat perlu sekali tapi keteledoran dari satu pihak atau banyak pihak tidak harusnya disayangkan seperti itu. itu adalah sejatinya manusia. barangkali kita harus banyak belajar lagi dalam hal yang demikian dan dapat melihat dari kesalahan yang telah terjadi. kesalahan itu juga baik kalau kita sama-sama mau belajar dari sana.
    13 hours ago ·
  • Masrifa Analia
    weslah kawan2ku. . .
    dhu2k mhasiswa nek g tau slah. . .
    salane yo d gawe ruwet,
    dgawe pljran ae lah...
    ngunu ae kok ruepot.
    slm damai dolor2ku...
    jo eker ae...
    imabsii mlik brsama.
    emg qt dr dlegasi brbgai kmpus,
    tp yo ojo smpek nggowo2 opo maneh ngandalno bndero kmpus...
    oyie... :)
    9 hours ago · ·  1 person
  • Youri Kayama
    Masrifa Analia : hallo Masrifa salam kenal terlebih dahulu, dari bahasamu tadi saya sedikit mengerti, memang benar ini IMABSSI punya bersama, berasal dari keberagaman yang luas, namun kalau-kalau kita berpikir IMABSII ini adalah milik bersama, kenapa Masrifa sendiri tidak menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua penghuni group ini, saya tentu tidak menyalahkan tentang penggunaan bahasa lokal namun sebaiknya supaya tidak keliru lagi sedapatnya kita berbahasa yang satu ( Bahasa Indonesia ) agar teman-teman dapat menyimak, IMABSII bukan punya satu suku atau satu ras bukan, kan Masrifa sudah menjelaskan tetapi kok tidak menerapkan hehehheheh, maaf ya. jangan sebut ini sesuatu yang menjatuhkan, namun hanya sekedar mengingatkan, jangan terlalu serius menanggapi komentarku, yah.... salam kenal YK
    9 hours ago · ·  2 people
  • Masrifa Analia
    yuri,
    q jg ingn prkenalkn bhasa daerahq.
    bknx b indo i2,smw bhasa yg ad d indo,y trmsuk b daerah i2.
    sapa tw dg bgtu,tmn2 lgsg respek bka kmus jawa n cri artinya.
    dh dpt kn tuh 1 ilmu.bljar b jawa.
    ya g?
    hehehehe
    makasi ats kmenx.
    klw q seh menyambut baik kmen baik atw g.
    ap seh yg g utk suatu progresivitas?
    y g cuy. . .
    8 hours ago ·
  • Youri Kayama hahahaha oke oke, saya setuju hahaha, ya nanti akan kuajarkan juga bahasa Padang ya ahaiiiii
    8 hours ago ·
  • Irham Tj Bohtibeh Hahahaha
    hidup mahasiswa..

    UI pux agenda acra sebesar Simposium gak nih?
    Tmen2 daerah nunggu nih.
    Biar sekalian belajar dsana..
    7 hours ago ·
  • Nur Malindah Lestari widiiihhh.....puyeng bacanya...tegang
    6 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah ditunggu aja.. bulan Oktober ada Falasido (Festival Bulan Bahasa Indonesia)..
    6 hours ago ·
  • Masrifa Analia
    ‎@yuki
    q tnggu ya. . .
    asik jg bljr bsa pdang

    @irna
    sip.betul kt si irham.
    tmn2 dr sby menunggu undanganx ya.
    trutama kmpusku klw bs dlirik jg ya.
    krn kykx byk ilmu dsna.
    6 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah ilmu bisa ditemukan di mana aja kok.. gak harus ke UI juga bisa.. tapi nanti akan dibicarakan lagi sama dosen-dosen dan teman2 IKSI yang lain yaa soal undangannya.. btw, irham siapa yaa?? *gak kenal*
    6 hours ago ·
  • Youri Kayama nah baru saya mau ngetik bahwa ilmu itu ngk cuman ada di UI, untunglah sudah di ingatkan, jadi saya bisa legah dan ngak gelisah terus. ilmu bukan terpatok sama besarnya sebuah kampus atau majunya sebuah kampus tersebut, tapi ilmu itu berasal dari kita sendiri, tentu bagi orang-orang yang bersungguh2. percaya diri aja ya teman-teman < salam hormat saya kepada teman-teman semua
    6 hours ago · ·  1 person
  • Nur Malindah Lestari ckkckckk... gemes euy ..
    6 hours ago · ·  1 person
  • Youri Kayama
    zaman sekarang banyak orang yang mengkritik tanpa memikirkan landasan yang tepat, kadang hanya merasa pintar dari suatu kelompok atau hanya ingin disebut kritis. orang-orang yang kritis bukan orang-orang yang berpesta atas kritikan yang ia berikan. saya menghibau kawan-kawan agar tidak mudah dipengaruhi oleh sebuah tindakan yang dibilang kritis itu. hei... dimana kalian teman-teman IMABSII yang kata orang menjaga dan menjujung tinggi cara berbahasa yang baik. kita tidak perlu takut dengan sesuatu yang dianggap besar, yang besar itu adalah TUHAN kalian sendiri. jadi ayolah keluarkan pendapat kalian. kalau tidak IMABSII ini dibubarkan saja baiknya. (maaf kalau saya lancang, sebab saya hanya ingin IMABSII ini menjadi lebih baik,sekali lagi maaf) jika anda yang marah silakan.
    5 hours ago ·
  • Meilana Suroo hahahahahaha.... lucu bgt sih..
    5 hours ago ·
  • Nano Mg Waahhh klw berbicara FESTIVAL BULAN BAHASA INDONESIA saya tidak mau ktinggalan tuh,,
    Mau liat yg di UI aja dulu
    Dan saya mau buktiin keberadaan kampus saya yang ada di antara gang tanpa ada halaman untuk skedar berceloteh melepas penat,,tak spt di UI yg luas ,,,,,,,,

    Ayo kita liat Falasido di UI
    5 hours ago ·
  • Nano Mg Waahhhh asyikk
    Dah kayak penjajah aja mulai membubarkan,,,
    Kalau memang merasa memiliki harusnya ikut memperbaiki dan mempertahankan
    Jangan main membubarkan,,
    Hahhahhahahhahaaa
    5 hours ago · ·  1 person
  • Masrifa Analia duh duh irna laris euy. . .
    hehehe
    4 hours ago ·
  • Youri Kayama
    maaf bung Nano Mg yang terhormat sebelumnya salam kenal dulu saya YK mungkin saya sebelumnya juga minta maaf sama opini saya, tapi saya juga maaf kita ini punya harga diri yang mesti dipertahankan (ini bagi saya sendiri), bagi saya diam dengan hanya mengangguk saja, padahal saya merasa saya sendiri sudah dihina (entah saudaraku Nano tidak merasa begitu) namun inilah yang saya rasakan. ingat dan bercerminlah kepada yang terdahulu meskipun saya bukan siapa-siapa namun saya hanya berusaha menghargai diri saya sendiri. hanya itu yang saya lakukan dan dari awal saya tidak berdiri di pihak manapun, saya tidak mengatasnamakan kampus tidak suku tapi saya mengatasnamakan diri saya sendiri. jadi maaf jika saudaraku Nano tidak berkenan. jika tidak mau memahami maka, saya menjamin IMABSSI akan jadi sejarah, kita buktikan kalau memang seperti ini, ini semua akan punah pelan-pelan, dan semoga saya tidak khilaf untuk menyampaikan ini . AMIN.
    4 hours ago ·
  • Diego Christian Immanuel Yaudahlah ya Irna, yang waras mendingan ngalah ajalah. Nanti juga ketauan Na mana yang pinter mana yang nggak.
    4 hours ago ·
  • Masrifa Analia i2lah kekurangan neg kita.
    dikit org NGERTI byk org PINTAR.
    4 hours ago ·
  • Youri Kayama kalau ini dilakukan hanya menunjukkan siapa yang pintar, maka ini adalah hal yang paling lucu, dan semakin jelas apa yang remang itu hahhahahaahaahha, aduhhhhhhhh, :) salam santunku.
    4 hours ago ·
  • Diego Christian Immanuel yah, zaman sekarang orang pinter yah pake penyiratan bahasa padahal maksudnya untuk menjatuhkan. Tuh Na coba diliat deh, kalo dibales lagi berarti dia ga waras dong ngasih pembenaran. Orang kayak gini nih yang ga bisa maju karena ga mau terima nasib kalo dia emang gagal. Kasihan.
    4 hours ago ·
  • Youri Kayama ‎:)
    4 hours ago ·
  • Youri Kayama semoga kita semua tidak Khilaf dan tidak salah,Amin
    4 hours ago ·
  • Diego Christian Immanuel Pemenang sejati itu bukan karena nggak pernah gagal, melainkan karena selalu bangkit setiap kali dia gagal.
    4 hours ago ·
  • Masrifa Analia
    ‎@diego
    nyantai ja bro.
    @all
    dh.hentikan prdebatan yg prcma ne.
    buat ap klw ujung2x emosi. . .
    klw msh ad yg kmen,brarti ajak ricuh.
    dh,ne yg trkhr.
    ne bkn ajang luapkn emosi.
    tmbh lma kok tmbh melebar
    4 hours ago ·
  • Youri Kayama
    nah itu baru betul, saya akan bahagia bila pendapat seperti itu ada, dan saya tidak sunkan untuk menyatakan setuju dengan anda, karena saya tidak dipihak siapa-siapa dan saya berada dipihak saya sendiri. maka semoga anda memahami maksud-maksud saya diatas, tidak lebih seperti yang anda katakan. tidak ada yang disalahkan dan tidak ada yang dipersalahkan dalam kekeliruan semua ini, dari semula sudah saya katakan kok. salam
    4 hours ago ·
  • Nano Mg
    Makin asyik tapi makin gak jelas
    Klw katanya Berorganisasi bukan spt ini,,,
    organisator yg baik mncari solusi bkn mencari kesalahan-kesalahan dari orang lain,,

    bersikaplah sederhana
    Karena saya yakin IMABSII terbentuk dari sebuah kesederhanaan

    bukan begitu mas Youri Kayama??
    Kasian yang mendirikan IMABSII
    Hargailah perjuangan mereka

    Boleh kita mengkritik asalkan membangun dan saat kritikan itu telag dtanggapi tidak usah mencari kesalahan lain,,

    O.k,,,salam kesederhanaan
    3 hours ago · ·  2 people
  • Youri Kayama
    wah btul sekali bung Nano Mg, saya sepakat, setelah kritikan ditanggapi jangan cari kesalah lain, hmmm mantap lah bung.....salam apa adanya :) kalau saya bilang alasan saya kenapa saya memperpanjang ini, maka sama saya menjatuhkan, namun tak apalah yang jelas kita disini satu kelompok, sekali lagi saya mohon maaf dan saya seperti ini ada alasan kuat namun biarlah teman-teman tahu sendiri apa alasan saya itu, semoga teman-teman bisa mengambil sikap nantinya.

    buat teman-teman yang lain saya sebenarnya tidak pernah berkomentar di IMABSSI sebelumnya, saya adalah pria pendiam baik dalam raker maupun disini namun saya hanya bicara pada saat-saat yang saya rasa sudah menyimpang dari seharusnya ( tidak berniat menganggap saya adalah yang benar) namun tetaplah kita ini adalah manusia utuh. menciptakan sesuatu yang tidak kita sadari adalah hal yang membuat kita menjadi manusia, kalau tidak maka kita adalah nabi, bukankah begitu temna-teman yang saya hormati.

    salam dan selamat malam :)
    3 hours ago · ·  1 person
  • Nano Mg
    Mas diego dri UI?
    Bagaimana klw mas diego berbagi ilmu dengan Rekan2 jalanan
    Lbh bagus dari pada kita semua beradu ilmu dsini
    Msh banyak yang butuh ilmu dari kita
    Msh banyak anak2 djalanan tanpa pendidikan
    Gmna mas diego mau berbagi kepintaran mas diego ga?
    Kebetulan saya dan rekan2 saya berbagi ilmu dengan anak jalanan di seputar terminal kamp.rambutan.ps.rebo dan area sekitarnya,,

    jangan sungkan2
    Asyik kok rekan2 jalanan tuh
    Ga' spt orang kira,,
    mau gabung???
    Mariiiiiii
    3 hours ago ·
  • Youri Kayama saya juga berasal dari jalanan! hidup
    3 hours ago ·
  • Diego Christian Immanuel saya setuju jika kita dari kelompok yang sama, saya juga memiliki kegiatan. Saya juga mengajar anak-anak :)
    3 hours ago ·
  • Qur'anul Hidayat Idris hm...
    3 hours ago ·
  • Nano Mg
    Wah2
    Dimana tuhh???
    Klw mau liat atau tau saya
    Silahkan datang tanggal 25 mei di terminal kampung rambutan
    Kbetulan kmi di undang di acara ultah KPJ kamp.rambutan
    Atau mas diego datang saja kekampus saya yg kecil
    Universitas Indraprasta PGRI
    ,,,,
    3 hours ago ·
  • Nano Mg
    Anak2
    banyak mas diego,,
    Coba mas diego barenG2 rekan2 dari jalanan
    ,,
    Saya mau tahu mas ngajar di reka2 jalanan mana/sanggar mana,,,???
    Siapa tahu bisa berbagi ilmu dengan kami,,
    Trimaksih
    Dan salam anak perantauan dari saya
    3 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah
    maaf nih saya nimbrung lagi dan menuh2in notification yang lain.. kok skrg saya jadi ngerasa mas nano (bener yah panggilannya gt??) malah mau pamer?? apa mas nano ingin kegiatan mengajar anak-anak jalanan tersebut diketahui orang?? kalau memang kegiatan tersebut dilakukan dengan senang hati dan ikhlas, tentu tidak harus dipublikasikan di sini..
    saya rasa perkataan Diego tidak usah ditanggapi dengan emosi.. dia memang anaknya frontal dan "apa adanya" kok dalam melihat situasi.. :)

    maaf.. sebaiknya sudahi saja komentar-komentar yang sudah semakin tidak jelas ini.. udah ngalor ngidul kalau kata nenek saya.. selamat malam..
    2 hours ago ·
  • Eva Azizah
    Mungkin banyak orang yg tdk puas dg simposium kemarin. Tetapi kita semua harus ingat, IMABSII msh dlm proses. Semua sedang belajar disini. Untuk penilaian lomba yg mungkin msh ada bberapa pihak yg kecewa, mohon dimaafkan. Saya tahu bagaimana proses penilaian ini. Irna,terima kasih atas kritikannya. Tapi tolong jgn lihat dr dari satu sisi, jgn hanya dgr pendapat anak UI. Saya ingin sekali bertemu dan meluruskan semua. Ssuai dg yg saya ketahui.
    2 hours ago ·
  • Masrifa Analia ‎@eva
    gw ska gaya loe.
    2 hours ago ·
  • Irna Gayatri D. Ardiansyah
    ini bukan dari pandangan anak UI va~ ini pandangan mahasiswa umum kok.. gw juga bilang begitu bukan karena gw subjektif mendukung anak UI atau gmn2.. justru karena IMABSII masih dalam proses, dengarkanlah kritik dan saran dari sekitar IMABSII..
    orang bisa berhasil bukan karena terus-terusan dipuji, melainkan karena mau menerima kritik dan pendapat sekitarnya..
    coba kalau ada waktu, mampir ke kansas dan ngobrol-ngobrol di sana..

    asik juga klo bisa denger pendapat dari panitia.. :)
    2 hours ago · ·  1 person
  • Youri Kayama
    akhir-akhirnya saya muncul lagi dan mau minta maaf lagi sebelumnya, saya harus bilang apa lagi, sudah terlalu nyinyir sebenarnya. harus kawan-kawan lihat apa yang saya kecewakan disini tidak beda dengan yang lain makanya semoga kita dapat menilai mana yang baik dan catat bukan mencari suatu pembenaran , bukan mencari kericuhan ini mesti diingat loh. nanti saya memperpanjang ini dibilang saya ingin ini dan ingin itu, ayolah kita semua berbudaya dan berbahasa, maka pahamilah konsep yang demikian. salam :)
    2 hours ago ·
  • Nano Mg
    Trahir dari buat yang merasa pintar dan buat yang hanya mlihat satu sisi ,,
    lucu dan ironi,,

    Numpang tersenyum dan tertawa
    Hahahahahahahaha
    :)

    Dan sdh cukup saya rasa krn semkin tdk jelas,,
    2 hours ago ·
  • Youri Kayama bung Nano Mg ; saya ikut juga hahahhaa...........sebenarnya ketika anda tadi mau menawarkan kerja sama saya mala tersenyum kecil dalam hati saya, dan ternyata apa yang saya pikirkan itu terbukti, jadi kita simaklah terus ya bung Nano.. salam semoga anda memahami maksd saya hmmm :)
    2 hours ago · ·  1 person