Baru saja tadi aku mengobrol dengan temanku dari Jepang. Aku iseng bertanya, "apa kabar Jepang?" Dia menjawab, "lagi musim di...

Baru saja tadi aku mengobrol dengan temanku dari Jepang. Aku iseng bertanya, "apa kabar Jepang?" Dia menjawab, "lagi musim dingin di sini" (semacam itulah dia bilang). Lalu, tetiba aku membayangkan musim dingin di Jepang. Hwaa~ Kalau melihat di dorama atau anime-anime, pasti ada salju dan pasti banyak yang memakai baju musim dingin. Ketika ingat, oh iya, sekarang sudah bulan Desember. Pasti asyik sekali karena setiap Desember ada salju. Mengenai mimpi masa kanak-kanakku, aku selalu ingin memakai baju musim dingin yang tebal, dengan syal, dan mengenakan sepatu bot. Oh iya, dengan topi musim dingin juga. Tahu 'kan topi yang bagaimana? Itu lho, topi yang juga dipakai para tokoh di film Home Alone. :)
Membayangkan bagaimana orang Jepang menghabiskan bulan Desember mereka membuat imajinasiku semakin liar (lho??). Bukan kok, maksudku, aku jadi berimajinasi mengenai kisah-kisah cinta yang dapat dimulai saat Desember. Misalnya, seorang laki-laki yang menyatakan perasaannya di tengah salju yang turun. So cute~~~ >.<




Atau saat sedang di sekolah, seseorang menatap ke luar jendela dan melihat salju yang baru saja turun dan berharap di tempat lain orang yang disukainya melihat salju yang sama. :)




Atau di tengah salju yang turun, ada juga hantu salju yang berjalan-jalan di belakang rumahmu...... :PP




Tapi, kurasa, sama rasanya seperti hujan, berada di tengah butiran salju yang turun seorang diri membuat kita dapat melupakan masalah sejenak dan menghabiskan waktu, bersenang-senang dengan diri sendiri. :))







4 Desember 2011,

이르나

Akhirnya, Desember datang lagi. Bulan pertama saya membuat blog ini. Sudah hampir satu tahun ternyata, namun sepertinya blog ini tetap seper...

Akhirnya, Desember datang lagi. Bulan pertama saya membuat blog ini. Sudah hampir satu tahun ternyata, namun sepertinya blog ini tetap seperti dulu. Hanya jumlah tulisannya saja yang bertambah. Natal juga hampir tiba lagi. Rasanya ingin sekali mempersembahkan warna merah dan hijau untuk bulan Desember ini. Ada satu gambar yang sangat kusukai dari Kanon Wakeshima dan rasanya gambar itu cocok untuk menggambarkan bulan ini (menurutku lho). Enjoy this Desember, dude! :))




Menjadi mahasiswa semester 5 ternyata tidak terlalu menyenangkan. Akhir-akhir ini, ingin sekali rasanya menjadi mahasiswa baru saja. Tugas-...

Menjadi mahasiswa semester 5 ternyata tidak terlalu menyenangkan. Akhir-akhir ini, ingin sekali rasanya menjadi mahasiswa baru saja. Tugas-tugas mereka masih sangat mudah dan belum banyak menumpuk segunung. Semester ini sangat membosankan. Tidak ada tugas yang menarik. Mata kuliah yang kuambil juga tidak ada yang istimewa. Semuanya biasa saja. Membosankan. Akibatnya, dalam mengerjakan tugas, aku juga tidak pernah serius. Semua tugas yang ada selalu kutunda sampai menjelang hari dikumpulkan. Akibatnya lagi, semua tugas itu jadi menjijikan bagiku. Isinya sampah. Yang kutulis hanya sampah bualan omong kosongku. Kesal sekali rasanya tidak bisa serius seperti dulu. Mungkin, ini karena biasanya aku menghabiskan waktu setelah kuliah dengan mencari buku-buku referensi di Perpustakaan FIB UI yang sekarang sudah tidak ada dan buku-bukunya dipindahkan ke Perpustakaan Pusat UI. Tapi mungkin itu hanya salah satunya. Sebelum memulai semester ini rasanya aku bahkan telah menjadi terlalu lelah karena urusan menyambut mahasiswa baru, membuat acara inisiasi, dan lain-lain. Aku jarang pulang ke rumah, uangku habis untuk beberapa acara, bahkan aku tidak bisa membeli buku di awal semester ini karena aku hampir kehabisan seluruh uang bulananku. Semester ini gila. Segalanya gila. Hidupku juga jadi terkesan memilukan. Biasanya, ketika aku ada masalah di rumah, aku akan menghabiskan waktu lebih lama di kampus sehingga aku tidak harus terlalu sering bertemu dan mengobrol dengan anggota keluargaku. Tapi, sekarang, bahkan kampus sudah tidak terasa menyenangkan lagi. Pernah dulu aku berpikir untuk tidak lulus 4 tahun karena aku ingin lebih lama di kampus. Aku ingin mengambil beberapa mata kuliah yang belum sempat kuambil di 8 semester sebelumnya, misalnya. Tapi, sekarang, aku tidak lagi merasa seperti itu. Aku merasa bosan dengan kehidupanku sekarang. Pernah suatu hari aku tidak bisa ke kampus karena kehabisan ongkos dan aku tidak enak meminta ongkos kepada orang rumah. Lalu, aku menghabiskan waktu di rumah dengan membaca beberapa kumpulan cerpen. Hari itu mendung pada siangnya dan hujan pada sorenya. Ketika hujan, muncullah ide untuk membuat sebuah cerita dan jadilah 2 cerpen dalam waktu 1 jam. Itu saat yang menyenangkan karena saat itu tidak ada orang di rumah. Aku sendirian di kamarku yang gelap karena lampunya belum dinyalakan sambil menatap laptopku dengan tang terus mengetik dan mengetik sampai jadilah dua cerita pendek yang tidak seperti cerita pendekku yang biasa. Saat ini, di luar sedang gelap dan sudah hujan. Tapi, aku tidak bisa menulis lagi seperti saat itu karena situasi saat ini tidak mendukung. Nenekku sedang menonton sinetron dengan volume yang sangat keras, adikku sedang bermain Play Station, dan lampu di kamarku sudah dinyalakan. Entahlah, aku bahkan saat ini merasa tidak bergairah untuk mengerjakan makalah dan beberapa tugasku yang lain. Tahun depan, mungkin aku sudah mulai memikirkan skripsiku.  Aku khawatir mood-ku semester akan terus berlanjut sampai skripsi nanti. Gila saja, jika itu terjadi, aku takut akan lulus maksimal.




Jakarta, 4 Desember 2011
이르나