Jadi, ceritanya hari ini terpaksa pulang cepat karena kepala udah pening rasa mau pecah. Sebetulnya, sih, cuma mau cari suasana baru aja. Bo...

Jadi, ceritanya hari ini terpaksa pulang cepat karena kepala udah pening rasa mau pecah. Sebetulnya, sih, cuma mau cari suasana baru aja. Bosen juga kerja cuma di kantor. Akhirnya, karena memang ada yang harus diselesaikan juga di luar pekerjaan kantor, berakhirlah saya pulang jam setengah 6. Karena pulang saat masih ada matahari begitu, jadi saya, sih, sudah menduga bahwa TJ-nya pasti akan penuh. Yang mengantre di halte pun hampir 20 orang! Yah, saya maklum, walaupun agak sebal juga.

Tapi, di jalan lebih parah lagi. Berisik, seakan semua membunyikan klakson kendaraan mereka. Belum lagi memang kelihatannya ada ribuan kendaraan yang keluar pada waktu yang bersamaan. Jadi, macet seperti itu, sih, sudah pasti. Macet sudah jadi makanan sehari-hari. Sekali lagi, saya maklum, walau muak juga melihatnya.

Di TJ, seperti yang sudah diduga, saya berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya. Tapi, karena saya tidak terlalu lama berada di TJ, saya tidak terlalu merasa kesal. Saya sampai di Gramedia dalam 15 menit.

Tapi, apa yang saya hadapi ketika sampai di Gramedia?  Dunkin' Donuts di sana penuh! Padahal saya harus mengerjakan pekerjaan yang saya simpan di laptop, sementara laptop saya harus dihubungkan dengan aliran listrik karena tidak ada baterainya! Saya cari jalan lain. Saya pergi ke lantai 2, ke Killiney Kopitiam. Apa yang saya temukan? Di sana bahkan lebih penuh lagi! Saya mulai sebal. Tapi, ketika saya akan pulang (tadinya saya berniat untuk ke Dunkin' Donuts PGC saja), saya lihat tempat duduk yang tadinya ditempati dua orang pria berkemeja rapi sudah kosong. Sisa makanan mereka masih di sana, berarti mereka belum lama pergi dari situ.

Saya tidak mau menunggu lebih lama lagi untuk duduk di sana. Saya langsung buka laptop saya, menghubungkan charger-nya ke terminal listrik terdekat, dan... siaplah saya!

Sebenarnya, saya sedanf diet. Jadi, saya tidak makan malam. Tapi, tidak mungkin saya diam d sana berlama-lama tanpa membeli makanan di sana. Akhirnya, saya beli paket yang paling murah dan meminta teman saya menyusul saya ke sana sepulang ia kerja. Untuk apa? Untuk menghabiskan makanan dan minuman  yang sudah saya pesan, tentu saja.

Lantas, sinilah saya sekarang. Saya belum memulai pekerjaan saya karena menulis catatan ini dulu. Dari kejadian tadi, saya merasa agaknya saya memang ditakdirkan untuk mendapatkan tempat duduk di Dunkin' Donuts Gramedia Matraman, tapi saya harus berusaha dulu mencari tempat duduk yang memang saya inginkan. Bisa saja tadi saya mendapat tempat di Killiney Kopitiam atau saya pulang dan mendapat tempat di Dunkin' Donuts Cililitan. Tapi, nyatanya, saya kembali lagi ke sana, ke tempat semua yang memang saya inginkan.

Nah, jika kamu memang benar-benar menginginkan suatu pekerjaan, dan kamu benar-benar menginginkannya dari dalam hatimu, maka kamu akan dibawa kembali ke sana, walaupun kamu sempat pergi ke tempat lain. Jadi, tetaplah percaya bahwa kau bisa mewujudkan mimpimu. Mimpi adalah keinginan yang istimewa dan kau pasti akan merasa sangat senang jika kau benar-benar mengalaminya. :))

Jakarta, 11 Desember 2014

Sering kali masalah yang kita hadapi terasa begitu berat pada awalnya. Tapi, masalah yang kita hadapi hari ini mungkin saja sudabh dihadapi ...

Sering kali masalah yang kita hadapi terasa begitu berat pada awalnya. Tapi, masalah yang kita hadapi hari ini mungkin saja sudabh dihadapi orang-orang lain sebelum Anda, beberapa hari, babkan sampai beberapa tahun sebelum Anda mengalaminya. Karena itulah kita perlu berbagi cerita. Anda bisa saja menjadi manusia yang mandiri, individualis, tapi Anda tidak mungkin tidak butuh teman cerita. Ketika masalah yang Anda hadapi terasa terlalu berat, Anda perlu mengurangi tekanannya dengan menceritakannya kepada orang lain. Saat itulah Anda membutuhkan seorang teman.

Seorang teman akan selalu ada saat Anda membutuhkannya, entah untuk sekadar curhat atau bercerita kepadanya, atau untuk mendengar pendapatnya. Tapi, tidak semua masalah harus Anda bagi bebannya. Kadang, ada satu atau dua haa yang hanya bisa Anda simpan sendiri. Saat itulah Anda butuh seorang teman yang lebih dekat, yang ada di setiap langkah Anda, mendengar Anda, memerhatikan Anda, kapan pun dan di mana pun. Anda tidak pernah melihat-Nya, tapi Anda percaya Dia ada.

Kadang, ada kekuatan lain yang bisa membantu Anda keluar dari masalah Anda. Kekuatan itu, disadari atau tidak disadari, membuat Anda lebih kuat dan membawa Anda menuju akhir yang lebih baik. Anda bisa menemukannya selama Anda percaya.

Sampai hari, saya juga percaya bahwa Dia selalu ada bersama saya.



Jakarta, 9 Desember 2014

Hari ini ketemu Su~ Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi kare...

Hari ini ketemu Su~

Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi karena menjadi imigran ilegal. Nah, jadilah Depe mengajakku bertemu Su sebelum Su kembali ke Korea.

Kami bertemu di Coffee Toffee Plaza Kalibata. Kami memesan segelas cokelat panas dan segelas kopi hitam panas. Karena kami menggunakan voucher "Buy 2 Get 1 Free", kami mendapat 1 gelas cokelat panas gratis. Lumayan~ :p

Sebelum ke Coffee Toffee, Su dan Depe sudah makan. Su memesan cokelat panas hanya untuk menghangatkan perut. Sementara aku memesan kopi hitam karena aku memang menyukainya. :9

Sambil meminum kopi, kami mengobrol banyak hal. Tapi, yang paling menjadi perhatianku adalah cerita tentang rekan kerja Su saat bekerja di pabrik garmen. Su mulai bekerja di sana sekitar bulan Agustus, tapi bulan November dia memutuskan untuk berhenti karena sati dan lain hal. Masalahnya ternyata tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Ada ketidakcocokan dengan rekan sekantor. Lalu, daripada masalah semakin runyam, lebih baik keluar.

Di mana pun, kapan pun, selalu ada saja orang yang karakternya tidak sesuai dengan kita. Tapi, pilihan selalu berada di tangan kita. Apakah kita akan bersabar, atau lebih baik pergi dari sana? Bersabar bukan berarti kita menerima sikap orang yang tidak kita sukai itu. Kita bersabar karena, biar bagaimana pun, kita menyukai pekerjaan itu. Persetan jika ada seseorang yang bukan bos tapi bossy, yang selalu saja ikut campur urusan orang lain, yang selalu ingin orang lain mengikuti kemauannya. Jika itu pekerjaaa yang kau sukai dan kau ingin meniti karir di sana, bersabarlah sebentar sampai kau dapat yang lebih baik.

Berhenti juga bukan berarti kita kalah. Jika kau memang merasa sudah sangat muak, kau memang perlu berhenti sejenak dari kesibukan dan intensitas bertemu dengan orang itu. Resign adalah jalan yang tepat jika kau merasa sangat muak dan sudah tidak bisa lagi menoleransi sikap orang yang menyebalkan itu.

Apa pun pilihanmu, pastikan saja kau tidak akan menyesal nantinya. Buatlah pilihan yang akan membuatmu bahagia.

Salam,

Jakarta, 9 Desember 2014

Demam Piala Dunia mulai dataang! Buat teman-teman yang gak mau ketinggalan pertandingan tim favoritnya plus merasakan kehebohan Piala Dun...


Demam Piala Dunia mulai dataang!

Buat teman-teman yang gak mau ketinggalan pertandingan tim favoritnya plus merasakan kehebohan Piala Dunia tahun ini bersama penggila bola lainnya, yuk ikutan acara ini!

Nobar Spain VS Holland
& Photography Competition
14 Juni 2014
02.00 WIB
di Never Been Better Cafe, Kemang.

Cuma dengan Rp50.000, kamu udah bisa dapet free drink & snack, lho!

Ditambah lagi, kamu pasti gak akan kelewatan keseruan nonton rame-rame pertandingan Spanyol vs Belanda!

Ada door prize juga, lhoo!

Makanya, buruan daftar! Tempat terbatas!


Untuk informasi, hubungi:
Martha 081219135541
Nelly 087781624194

Demam Piala Dunia mulai dataang! Buat teman-teman yang gak mau ketinggalan pertandingan tim favoritnya plus merasakan kehebohan Piala ...



Demam Piala Dunia mulai dataang!

Buat teman-teman yang gak mau ketinggalan pertandingan tim favoritnya plus merasakan kehebohan Piala Dunia tahun ini bersama penggila bola lainnya, yuk ikutan acara ini!

Nobar Spain VS Holland
& Photography Competition
14 Juni 2014
02.00 WIB
di Never Been Better Cafe, Kemang.

Cuma dengan Rp50.000, kamu udah bisa dapet free drink & snack, lho!

Ditambah lagi, kamu pasti gak akan kelewatan keseruan nonton rame-rame pertandingan Spanyol vs Belanda!

Ada door prize juga, lhoo!

Makanya, buruan daftar! Tempat terbatas!


Untuk informasi, hubungi:
Martha 081219135541
Nelly 087781624194


Ada apa minggu ini? Yaaa! Es krim gratis di Car Free Day! Ini pertama kalinya gue ke Car Free Day demi es krim gratis. Sejauh ini, gw baru k...

Ada apa minggu ini? Yaaa! Es krim gratis di Car Free Day! Ini pertama kalinya gue ke Car Free Day demi es krim gratis. Sejauh ini, gw baru ke Car Free Day sekali, yaitu ketika masih mahasiswa baru, pergi ke sana bareng anak-anak Gaung. Nah, ini yang kedua kalinya. Gue cuma dateng bareng Chandra. Bahkan, kami masih di jalan, belum sampai lokasi.

Es krim gratis ini persembahan dari Walls, khusus untuk 3.000 pengantre pertama. Kenapa gue bilang pengantre? Karena yang mau es krim gratis harus antrelah.. :p

Nah, tadi, sih, si Chandra udah bilang ketemu banyak orang dandan rapi pakai baju merah. Kita lihat saja nanti di lokasi. Akankah menjadi lautan merah? :D


Jakarta, 11 Mei 2014

posted from Bloggeroid

Sudah lama gak nulis. Sekarang, akhirnya saya sudah jadi editor di sebuah majalah otomotif dan komputer. Telat banget, ya, ceritanya ...

Sudah lama gak nulis. Sekarang, akhirnya saya sudah jadi editor di sebuah majalah otomotif dan komputer. Telat banget, ya, ceritanya pas hampir 6 bulan ada di situ. Gapapa. Intinya bukan itu soalnya.
Jadi, suatu hari, saya iseng lihat-lihat jobstreet. Ada banyak lowongan yang tersedia, seperti biasa. Tapi, tentu saya langsung cari lowongan yang sebidang dengan saya. Saya cari lowongan editor dan ada satu yang menarik mata saya.

Ada lowongan Editorial Language Editor dari Kompas, kelihatannya untuk e-paper Kompas, sih. Syaratnya sudah memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun, dari Sastra Indonesia, IPK minimal 3,00, serta menguasai bahasa Indonesia dan EYD. Melihat syarat tersebut, saya langsung senang karena hampir semuanya saya miliki, kecuali pengalaman satu tahun. Saya baru punya pengalaman 6 bulan.

Saya langsung mengisi data diri dan ketika sampai di kolom upload CV dan transkrip nilai, saya berhenti. Bukannya karena saya ragu kepada diri sendiri. Saya hanya merasa keputusan itu terlalu terburu-buru. Saya langsung berpikir, bagaimana jika saat ada panggilan wawancara, saya sedang deadline sehingga tidak bisa datang. Bagaimana jika saya diterima? Saya gak mungkin mendadak berhenti dari tempat kerja saya sekarang. Lagipula, jika saya diterima pun, saya masih sama seperti saya yang sekarang. Pekerja yang belum memiliki pengalaman. Jika ternyata tidak diterima, saya telah menyia-nyiakan jam kerja saya yang hilang untuk wawancara. Berarti, saya tidak menjalankan pekerjaan saya dengan baik.

Jadi, yang terbaik adalah, jalani pekerjaan yang sekarang dengan baik dan jangan lupa bersyukur. Suatu saat nanti, pasti akan ada yang lebih baik muncul di saat yang tepat, ketika persiapan diri juga sudah matang.