Hari ini ketemu Su~ Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi kare...

Catatan Hari Ini (Selasa, 9 Desember 2014)

Hari ini ketemu Su~

Su lusa harus kembali ke Korea karena Kitas-nya habis. Jadi, dia harus segera kembali ke Korea sebelum dideportasi karena menjadi imigran ilegal. Nah, jadilah Depe mengajakku bertemu Su sebelum Su kembali ke Korea.

Kami bertemu di Coffee Toffee Plaza Kalibata. Kami memesan segelas cokelat panas dan segelas kopi hitam panas. Karena kami menggunakan voucher "Buy 2 Get 1 Free", kami mendapat 1 gelas cokelat panas gratis. Lumayan~ :p

Sebelum ke Coffee Toffee, Su dan Depe sudah makan. Su memesan cokelat panas hanya untuk menghangatkan perut. Sementara aku memesan kopi hitam karena aku memang menyukainya. :9

Sambil meminum kopi, kami mengobrol banyak hal. Tapi, yang paling menjadi perhatianku adalah cerita tentang rekan kerja Su saat bekerja di pabrik garmen. Su mulai bekerja di sana sekitar bulan Agustus, tapi bulan November dia memutuskan untuk berhenti karena sati dan lain hal. Masalahnya ternyata tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Ada ketidakcocokan dengan rekan sekantor. Lalu, daripada masalah semakin runyam, lebih baik keluar.

Di mana pun, kapan pun, selalu ada saja orang yang karakternya tidak sesuai dengan kita. Tapi, pilihan selalu berada di tangan kita. Apakah kita akan bersabar, atau lebih baik pergi dari sana? Bersabar bukan berarti kita menerima sikap orang yang tidak kita sukai itu. Kita bersabar karena, biar bagaimana pun, kita menyukai pekerjaan itu. Persetan jika ada seseorang yang bukan bos tapi bossy, yang selalu saja ikut campur urusan orang lain, yang selalu ingin orang lain mengikuti kemauannya. Jika itu pekerjaaa yang kau sukai dan kau ingin meniti karir di sana, bersabarlah sebentar sampai kau dapat yang lebih baik.

Berhenti juga bukan berarti kita kalah. Jika kau memang merasa sudah sangat muak, kau memang perlu berhenti sejenak dari kesibukan dan intensitas bertemu dengan orang itu. Resign adalah jalan yang tepat jika kau merasa sangat muak dan sudah tidak bisa lagi menoleransi sikap orang yang menyebalkan itu.

Apa pun pilihanmu, pastikan saja kau tidak akan menyesal nantinya. Buatlah pilihan yang akan membuatmu bahagia.

Salam,

Jakarta, 9 Desember 2014



You may also like

Tidak ada komentar: