Olahraga Bukan Ajang Aji Mumpung Mencari Ketenaran Belakangan ini, demam sepak bola merajalela dan melanda hampir seluruh lapisan masy...

Tajuk Rencana

 

Olahraga Bukan Ajang Aji Mumpung Mencari Ketenaran

Belakangan ini, demam sepak bola merajalela dan melanda hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mulai dari rakyat kelas menengah ke bawah, artis, sampai orang nomor satu di Indonesia pun tak mau ketinggalan momen berharga yang satu ini. Ya, Indonesia memang sedang dalam masa kejayaan sepak bola. Setelah mengalahkan Malaysia 5-1 dalam pertandingan pertama penyisihan Grup A, Tim Garuda terus meraih kemenangan atas lawan-lawan berikutnya. Bisa jadi, kemenangan mutlak pertama Tim Garuda atas Malaysia di ajang Suzuki AFF Cup merupakan titik tolak yang membuat semangat Tim Garuda meningkat. Bahkan, semangat ini juga dirasakan oleh seluruh rakyat hingga Stadion Gelora Bung Karno penuh sesak dipadati pendukung Tim Garuda.
Demam sepak bola ini nampaknya bukan hanya karena kemenangan berturut-turut Tim Garuda, melainkan juga karena adanya dua anggota tim yang baru saja melewati proses naturalisasi. Mereka adalah Irfan Harrys Bachdim dan Christian Gonzales. Namun, sosok pemain yang paling fenomenal saat ini adalah Irfan Harrys Bachdim.
Irfan Bachdim awalnya merupakan warga negara Belanda yang pada bulan Agustus melewati proses naturalisasi dan menjadi WNI. Nama Irfan Bachdim mulai mencuat setelah dia turut menyumbangkan gol terakhir untuk Indonesia dalam pertandingan Indonesia melawan Malaysia. Setelah itu, sosok Irfan Bachdim muncul dalam majalah, surat kabar, bahkan di acara gosip selebriti di stasiun TV tanah air. Irfan Bachdim telah menjelma menjadi idola rakyat Indonesia.
Setiap pagi, dalam setiap acara gosip selebriti di televisi, Irfan Bachdim selalu disebut-sebut oleh para selebriti sebagai sosok yang ditunggu dan disukai oleh mereka. Masyarakat umum pun juga begitu. Lalu, sebenarnya, apakah yang melanda masyarakat Indonesia saat ini? Apakah benar hanya gila bola?
Kira-kira satu minggu belakangan ini, di berbagai situs informasi online, bahkan muncul berita-berita mengenai kekasih Irfan Bachdim, seorang model berkebangsaan Jerman yang juga berdarah campuran Indonesia-Jerman. Berita mengenai Irfan Bachdim sang pacar juga tampaknya telah menjadi berita utama yang paling banyak dilihat pengunjung internet.
Beberapa kali Gonzales yang menjadi pahlawan bagi Tim Garuda, namun berita mengenai dirinya tidak seramai berita mengenai Irfan Bachdim. Mungkin benar, rakyat Indonesia membutuhkan sosok idola. Irfan Bachdim datang dan muncul di saat yang tepat sehingga dia pun menjadi sosok idola yang diidam-idamkan.
Dilihat dari jumlah gol yang disumbangkan, sebenarnya, Irfan Bachdim tidak memberikan sumbangan yang cukup besar untuk kemenangan Tim Garuda. Bahkan, dalam dua pertandingan terakhir, yaitu pertandingan Indonesia melawan Filipina, hanya Gonzales yang mampu menjawab harapan rakyat Indonesia dengan mencetak gol tunggal dalam pertandingan tersebut. Peran Irfan Bachdim dalam dua pertandingan tersebut bahkan tidak menonjol. Irfan Bachdim justru digantikan oleh Bambang Pamungkas dalam babak kedua pertandingan pertama Indonesia melawan Filipina. Ini membuktikan bahwa sebenarnya kemampuan Irfan Bachdim belum bisa diagung-agungkan. Bandingkan dengan kesuksesan Gonzales dalam mencetak gol yang menjadi kunci kemenangan Indonesia. Jadi, apa sebenarnya yang dilihat masyarakat Indonesia dalam diri Irfan Bachdim?
Kemenangan Tim Garuda selalu dikaitkan dengan Irfan Bachdim. Bahkan, Tim Garuda juga sering disebut dengan “Irfan Bachdim dan kawan-kawan”. Sosok Irfan Bachdim begitu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Sayangnya, ketenaran ini tidak diikuti prestasi yang stabil. Kepopuleran yang didapatkannya lebih disebabkan oleh ketampanan dan naturalisasi yang dilewatinya. Ketenaran Irfan Bachdim juga berimbas pada ketenaran sang pacar yang merupakan model profesional Jerman. Berita mengenai Irfan Bachdim akhir-akhir ini diikuti oleh berita yang berbau kontroversi mengenai sang pacar, Jennifer. Jadi, apakah olahraga merupakan media untuk mendapatkan kepopuleran? Sebaiknya, masyarakat Indonesia melihat kasus ini secara objektif. Jangan justru ikut-ikutan menjadi agen penambah ketenaran di tengah ajang olahraga yang sedang berlangsung. Jika masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang pintar, pasti masyarakat Indonesia bisa menilai idola yang sebenarnya.




Sumber: www.vivanews.com


 oleh
Irna Gayatri D. Ardiansyah
Tugas Penulisan Populer


You may also like

Tidak ada komentar: